JUMLAH RUPIAH MENURUT
URAIAN PENGUSAHA KENA FISKUS PEMBAHASAN
PAJAK AKHIR (DISETUJUI)
1 Dasar Pengenaan Pajak:
a. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN:
al. Ekspor 5.227,877,385 5,227,877,385 5,227,877.385
2.2. Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri 328,540,567,283 328,540,567,283 328,540,567,283 a,3. Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh Pemungut PPN 0 ie) 0
3.4. Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut 0 0 0 a.5. Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN 0 0 is)
2.6. Jumlah (ai+a2+a3+a4+a5) 333,768,444 668 333, 768,444,668 333,768,444,668 b. Atas Penyerahan Barang dan Jasa yang tidak terutang PPN I 0 0 0 c. Jumlah Seluruh Penyerahan (a.6 + b) 333,768,444,668 333, 768,444,663 333,768,444,668
9. Atas Impor BKP/Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari luar Daerah
Pabean di dalam Daerah Pabean/Pemanfaatan JKP dari luar Daerah
Pabean di dalam Daerah Pabean/Pemungutan pajak oleh Pemungut
PPN/Kegiatan Membangun Sendiri/ Pembayaran kembali Pajak
Masukan bagi PKP yang belum melakukan penyerahan setelah jangka waktu tertentu berakhir/Perolehan yang PPN-nya tidak seharusnya dibebaskan atau tidak dipungut/T: anggung jawab secara renteng/Pembayaran PPN yang semula mendapatkan fasilitas d.1. Impor BKP 0 0 0 d.2. Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari Luar Daerah Pabean di 9 0 | 0 dalam Daerah Pabean d.3. Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah Pabean di dalam Daerah o 0 0
Pabean d.4. Pemungutan Pajak olen Pemungut PPN 0 0 0 d.5. Kegiatan Membangun Sendiri 0 0 0
0.6. Pembayaran kembali Pajak Masukan bagi PKP yang belum _ 0 0 0 melakukan penyerahan setelah jangka waktu tertentu berakhir d.7. Perolehan yang PPN-nya tidak seharusnya dibebaskan atau tidak dipungut , 0 9 9 d.7. Tanggung jawab secara renteng 0 0 9 d.8. Pembayaran PPN yang semula mendapatkan fasilitas 0 0 . 0 d.9. Jumlah (d.1 atau d.2 atau 0.3 atau d.4 atau d.5 atau d.6 ataud.7 0 0 0 atau d.8 atau d.9) ;
2 (Penghitungan PPN Kurang Bayar a, Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri (tarif x 1.a.2 atau 32 854056 708 32 854 056708 32,854,056.708 b. Dikurangi :
b.1. PPN yang disetor di muka dalam Masa Pajak yang sama 0 0 0 b.2. Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan 27,034, 294,787 26,639,427 009 27,034,294,787 b.3. STP (pokok kurang bayar) 0 0 0 b.4, Dibayar dengan NPWP sendiri 5,819,761,921 5,819,761,921 5,819,761,921 b.5. Lain-lain 0 0 0
6.6. Jumlah (b.1 + b.2 +b.3 + b.4 + b.§) 32,854 ,056,708 32,459, 188,930 32,854,056 ;708 c. Diperhitungkan:
c.1. SKPPKP 0 0 0 ep aa TA (DISETUJUI) d. Jumlah pajak yang dapat diperhitungkan (b.6 - c.1) 32,854,056,708 | 324591989301 32,854 056,708 e. Jumlah penghitungan PPN Kurang Bayar (a - d) 0 394,867 778 0
3 IKelebihan Pajak yang sudah:
a. Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya 0 ie] 0 b. Dikompensasikan ke Masa Pajak ............... (karena pembetulan) 0 0 0 c. Jumlah (a + b) 0 ie; 0
4 IPPN yang kurang dibayar (2.e + 3.c} 0 394,867,778 0
5 |Sanksi administratif :
a. Bunga Pasal 13 (2) KUP 170,582,880 0 h. Kenaikan Pasal 13 (2a) KUP 0 0
Cc. Kenaikan Pasal 13 (3) huruf c KUP 0 0 d, Kenaikan Pasal 17C (5) KUP 0 0 e. Kenaikan Pasal 17D (5) KUP 0 fe) f. Bunga Pasal 13 (2) KUP jo. Pasat 9 (4f) PPN 0 0
9. Jumlah (a+b+c+d+e+f} 170,582,880 0
6 Jumlah PPN yang masih harus dibayar (4 + 5.g) 0 565,450,658 . 0