Langsung ke konten
TaxRank

Putusan Pengadilan Pajak · 75 halaman

PUT-005404.16/2022/PP/M.XVIA Tahun 2026

PT Win Textile · Pajak Pertambahan Nilai · Tahun pajak 2020

Kuasa hukumNama bertautan ke profil konsultan dengan nama yang sama di direktori. Dicocokkan otomatis, belum dikonfirmasi konsultan.

PUTUSAN

Nomor PUT-005404.16/2022/PP/M.XVIA Tahun 2026

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PENGADILAN PAJAK

memeriksa dan memutus sengketa pajak pada tingkat pertama dan terakhir dengan acara biasa mengenai banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 yang terdaftar dalam berkas sengketa Nomor 005404.16/2022/PP, telah mengambil putusan sebagai berikut dalam sengketa antara:

PT WIN TEXTILE, NPWP 21.151.087.0-441.000, beralamat di Jl. Ir. H. Juanda Kp. Cilegong, RT/RW 015/04, Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 41152, dalam hal ini diwakili oleh Kim Young Jin, jabatan Direktur,

Selanjutnya dalam persidangan diwakili oleh:

1. Nama: F. Harris Aditya E.

Izin Kuasa Hukum : KEP-114/PP/IKH/2021 tanggal 8 Maret 2021 berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 088/WT/TM/VI/2022 tanggal 23 Juni 2022:

2. Nama: Niken Krisialia

Izin Kuasa Hukum : KEP-289/PP/IKH/2021 tanggal 31 Maret 2021 berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 089/WT/TM/VI/2022 tanggal 23 Juni 2022,

3. Nama: Johannes Ponti Partogi Hutauruk

Izin Kuasa Hukum : KEP-631/PP/IKH/2022 tanggal 26 Juli 2022 berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 124AWT/TM/VIII/2022 tanggal 26 Agustus 2022:

4. Nama: Iman Suryanto Hindrajanto

Izin Kuasa Hukum : KEP-289/PP/IKH/2021 tanggal 31 Maret 2021

berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor 125/WT/TMMIII/2022 tanggal 26 Agustus 2022:

untuk selanjutnya disebut sebagai Pemohon Banding,

Lawan

DIREKTUR JENDERAL PAJAK, berkedudukan di Jalan Jenderal Gatot Subroto Nomor 40-42, Jakarta, dalam hal ini diwakili oleh:

1. Nama/NIP: Samuel M. Craig. B /198805092008121001 Jabatan: Penelaah Keberatan

Unit Organisasi : Direktorat Keberatan dan Banding,

2. Nama/NiP: Putri Wulandari / 19810326 200112 2 001

Jabatan: Penelaah Keberatan

Unit Organisasi : Direktorat Keberatan dan Banding,

berdasarkan Surat Tugas Nomor ST-2486/PJ.07/2023 tanggal 15 Maret 2023, untuk selanjutnya disebut sebagai Terbanding:

Pengadilan Pajak tersebut:

Telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Pajak Nomor

1353/PP/BR/2022 tanggal 17 Oktober 2022:

Telah membaca Surat Banding Pemohon Banding Nomor

050ANVT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022,

Telah membaca Surat Uraian Banding Terbanding Nomor S-

1255/WPJ.09/2022 tanggal 22 Agustus 2022,

Telah membaca Surat Bantahan Pemohon Banding Nomor

081/WNT/TM/IX/2022 tanggal 26 September 2022:

Telah mendengar keterangan para pihak yang bersengketa dalam

persidangan,

Telah membaca dan memeriksa bukti-bukti tertulis maupun surat lainnya

yang disampaikan para pihak dalam persidangan:

DUDUK PERKARA

Menimbang bahwa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak

Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Januari 2020 Nomor

PT Win Textile

00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 diterbitkan oleh Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung dengan perhitungan sebagai berikut:

SPT PEMOHON

KETETAPAN URAIAN

BANDING

TERBANDING (2)

Dasar Pengenaan Pajak

a. Atas Penyerahan barang dan Jasa yang

terutang PPN:

a.1.Ekspor

31.811.288.130,00

31.811.288.130,00 a.2. Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut

617.355.229,00

sendiri

a.3.Penyerahan yang PPN-nya dipungut oleh

0,00

Pemungut PPN

a.4. Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut

137.439.872.539,00

5.770.418.519,00 a.5.Penyerahan yang dibebaskan dari

0,00

pengenaan PPN

a.6. Jumlah

169.868.515.898,00

169.868.515.898,00

b. Atas penyerahan Barang dan Jasa yang tidak

0,00

0,00 terutang PPN

Cc. Jumlah Seluruh Penyerahan

169.868.515.898,00

169.868.515.898,00

d. Atas impor BKP/Pemanfaatan BKP tidak

benwujuddariLuarDaerah

Pabean/Pemanfaatan JKP dari Luar daerah

Pabean/Pemungutan Pajak oleh Pemungut

Pajak/Kegiatanmembangun

sendiri/Penyerahan atas Aktiva tetap yang

menurut tujuan semula tidak untuk

diperjualbelikan:

d.1.Impor BKP662.342.754.00|

d.2.Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari Luar0,00 ||

Daerah Pabean

d.3.Pemanfaatan JKP dari Luar Daerah0,00 —

Pabean

d.4.Pemungutan Pajak oleh Pemungut PPN po0.00 |0,00 | d.5.Kegiatan Membangun Sendiri

d.6.Penyerahan atas Akliva Tetap yang

menurut tujuan semula tidak untuk

diperjualbelikan

d.7. Perolehan yang PPN-nya tidak seharusnya

dibebaskan atau tidak dipungut

9.Jumlah kang Bag ————662.342.754,00 |

jawab secara renteng

a. Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar — ee .735.516,60228.680.379,00 PPN Kurang Bayar

| b. Dikurangi:

sendiri

b.1.PPN yang disetor di muka dalam

Pajak yang sama

|668.728.888,00668.728.888,00

b.2. Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan

| | b.3.STP (Pokok kurang bayar| 0,00 |

p00 |

|| b4.Dibayardengan NPWP sendi|———— aoi) | 1 Po“ bSlaindan———— no) | | b6Jumah|

c1.SKPPKP$ret $a

|. Id. Jumlah pajak yang dapat diperhitungkan

|... Je. Jumlah penghitungan PPN kurang bayar

Kelebihan Pajak yang sudah:

| Ia. Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya606.993.372,00606.993.372,00

SPT PEMOHON

KETETAPAN BANDING

TERBANDING

b. Dikompensasikan ke Masa Pajak

pembetulan

|Jumlah 0.606-993.372,00606.993.372,00

PPN yang kurang dibayar(2.e + 3.c) || 00 | 13.166.944.863,00

8.1 Sanksi Administrasi:

— b. Kenaikan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang606.993.372,00

a. Bunga Pasal13ayat(2) Undang-Undang KUP3.112.355.978,00 KUP

pfs Kenaikan Pasal 13A Undang-Undang KUP

c. Bunga Pasal 13 ayat (5) Undang-Undang KUP ee

Ir f. Kenaikan Pasat 17D ayat (5) Undang-Undang

KUP

g. Bunga Pasal 13 ayat (2) UU KUP jo. Pasal 9

ayat (4f) UU PPN

— Jumlah PPN yang masih harus/lebih dibayar|16.886.294.213,00

Ih. Jumlah

Jumlah yang disetujui berdasarkan pembahasan akhir hasil pemeriksaan3.719.349.350,00 Terbilang : Tiga Milyar Tujuh Ratus Sembilan Belas Juta Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Tiga

Ratus Lima Puluh Rupiah

Menimbang bahwa atas surat ketetapan pajak tersebut, Pemohon Banding

mengajukan keberatan dengan Surat Nomor 091/WT/TM/VI/2021 tanggal 16 Juni 2021 dengan perhitungan pajak menurut Pemohon Banding sebagai berikut:

Pemohon Banding Penyerahan Barang dan Jasa yang terutang PPN

oo Ekspor

31.811.288.130,00 |_|dipungut|

[a Penton

d. Penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut137.439,872.539,60

|_| Penyerahan yangPN |

amen = a, Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri

9DS

Perhitungan PPN Kurang Bayar:

61.735.516,00

b. Pajak masukan yang dapat diperhitungkan

668.728.888,00 Pajaksudah a dik RS ikan k Ta Kk

PPN kurang/(lebih) bayar|. 1606.993.372,00) 993.372,00) | elebihan Pajak yang ah dikompensasikan ke masa paja606,993.372,00

berikutnya

|PPNyangkurangdibayar yangdibayar

a Jumlah PPN yang a masih aaa harus/(lebih) TEN dibayar —

Sanksi administrasi

Menimbang bahwa atas keberatan Pemohon Banding tersebut, Terbanding

dengan Keputusan Nomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022, memutuskan menolak dengan perhitungan sebagai berikut:

7UraianSemulaDitambah/Menjadi :(Rp)(Dikurangi)(Rp) |Rp

a. PPN Kurang (lebih) bayar |13.166.944.863,00| —13.166.944.863,00

b. Sanksi Bunga3.112.355.978,00|3.112.355.978,00

c. Sanksi Kenaikan606.993.372,00 ||606.993.372,00

d. Jumlah Pajak yang masih | 16.886.294.213,0016.886.294.213,00 harus (lebih) dibayar

Menimbang bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan Surat

Keputusan Keberatan a guo sehingga mengajukan banding dengan Surat Nomor O50NVT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 yang diterima di Pengadilan Pajak pada hari Senin tanggal 30 Mei 2022 (diantar langsung):

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Banding Nomor

050/WT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding mengajukan banding terhadap Keputusan Terbanding Nomortanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar ("SKPKB") Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 yang dikeluarkan oleh Terbanding, dengan uraian sebagai berikut:

|. Pemenuhan Ketentuan Formal Pengajuan Banding

bahwa Surat Banding yang diajukan Pemohon Banding terhadap Surat Keputusan Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 telah memenuhi ketentuan formal sebagaimana dipersyaratkan dalam UU KUP dan UU Pengadilan Pajak,

ll. Mengenai Ketetapan Semula dan Keputusan Yang Dibanding

1. bahwa Pemohon Banding telah menerima SKPKB Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020, yang diterbitkan berdasarkan hasil pemeriksaan pajak oleh Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung:

2. bahwa atas ketetapan tersebut, Pemohon Banding telah mengajukan keberatan kepada Terbanding dengan Surat Nomor 091/WT/TM/VI/2021 tanggal 16 Juni 2021 yang pada intinya Pemohon Banding tidak setuju atas seluruh perhitungan pajak tersebut di atas:

3. bahwa atas surat keberatan yang diajukan Pemohon Banding, telah diterbitkanSuratKeputusanTerbandingNomor KEP- 00114/KEB/PJ/WPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022;

III. ' Mengenai Pokok Sengketa dan Alasan Banding

bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam permohonan banding ini adalah koreksi Terbanding yang seluruhnya tidak disetujui oleh Pemohon Banding, yakni terkait dengan reklasifikasi penyerahan BKP yang tidak terutang PPN, namun dianggap Terbanding sebagai penyerahan yang terutang PPN dengan tarif sebesar 10% dan harus dipungut sendiri PPN-nya oleh Pemohon Banding: bahwa berikut Pemohon Banding sampaikan uraian pokok sengketa yang dimaksud:

Menurut Terbanding:

bahwa Terbanding melakukan reklasifikasi dari transaksi yang sebelumnya dilaporkan Pemohon Banding sebagai penyerahan yang PPN-nya tidak terutang menjadi transaksi yang terutang PPN dengan tarif sebesar 10% dan seharusnya dipungut oleh Pemohon Banding. Transaksi tersebut adalah transaksi penyerahan Barang Kena Pajak ("BKP") kepada Pengusaha Di Kawasan Berikat:

bahwa koreksi tersebut di atas disebabkan oleh pemahaman Terbanding bahwa walaupun penyerahan dilakukan kepada Pengusaha Di Kawasan Berikat, namun penyerahan tersebut tidak dilakukan kepada pihak Pembeli Barang, sehingga Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pemohon Banding dengan kode Faktur Pajak 070 (Penyerahan yang tidak terutang PPN) adalah tidak benar,

Menurut Pemohon Banding:

bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan koreksi Terbanding dengan alasan sebagai berikut:

1. Pada faktanya, transaksi tersebut adalah penyerahan BKP untuk tujuan ekspor antara dua Pengusaha Dalam Kawasan Berikat

bahwa sebagai latar belakang atas sengketa ini, perlu Pemohon Banding jelaskan bahwa Pemohon Banding telah memperoleh penetapan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat ("PKB") dan merangkap sebagai

Pengusaha di Kawasan Berikat ("PDKB"). Pemohon Banding secara khusus merupakan penyedia dan produsen dari kain rajut, dan hasil produksi kain rajut tersebut dibuat berdasarkan pesanan dari Pembeli yang berada di Luar Daerah Pabean, yakni SAE — A;

bahwa sesuai dengan instruksi pembeli, Pemohon Banding kemudian menyerahkan kain rajut sebagai barang setengah jadi kepada PDKB lainnya, agar dapat diproses lebih lanjut menjadi garmen atau pakaian jadi yang akhirnya akan diekspor dan diserahkan kepada pihak konsumen yang juga berada di Luar Negeri:

bahwa untuk memudahkan Majelis Hakim Pengadilan Pajak, berikut Pemohon Banding sampaikan bagan transaksi yang dimaksud:

Luar Daerah Pabean +

|t

—

eeee ee ek eeee ee ee

ee ee re ee ee ee i LAM NAAM ALALA

; Dalam Daerah Pabean Lainnya

mb AkurPesanandan

Pembayaran Alur Penyerahan Barang

bahwa koreksi Terbanding bahwa Pemohon Banding harus menerbitkan Faktur Pajak kepada pembeli, mengabaikan alur penyerahan barang yang sebenarnya, bahwa Pemohon Banding sebenamya melakukan penyerahan bahan baku ekspor kepada PDKB lain agar hasil produksi Pemohon Banding dapat diolah menjadi barang jadi untuk kemudian diekspor. Hal ini, menurut Pemohon Banding, justru bertentangan dengan ketentuan Pasal 13 ayat (5) dan ayat (9) Undang-Undang Nomor 42 tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai ("UU PPN”), yang mensyaratkan agar Faktur Pajak dibuat sesuai dengan transaksi yang sebenarnya terjadi:

2. Fasilitas PPN tidak dipungut dalam Kawasan Berikat adalah fasilitas khusus yang ditetapkan oleh Pemerintah RI untuk mendorong ekspor yang merupakan prioritas nasional

bahwa sebagaimana diketahui, Pasal 16B ayat (1) UU PPN mengatur bahwa untuk kegiatan di kawasan tertentu atau tempat tertentu di dalam Daerah Pabean (salah satunya adalah Kawasan Berikat) diberikan fasilitas PPN tidak dipungut, yang tujuannya adalah untuk mendorong ekspor yang menjadi prioritas nasional di Kawasan Berikat:

bahwa selain itu dalam Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2009 tentang Tempat Penimbunan Berikat sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2015 ("PP 85") mengatur sebagai berikut:

ayat (3):

"Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau diimpor untuk dipakai",

Pasal 14 ayat (2)

"Barang yang dimasukkan dari Tempat Penimbunan Berikat ke Kawasan Berikat berupa:

a. barang asal luar daerah Pabean:

1...

4. tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas barang Mewah;

b. barang asal tempat lain dalam daerah pabean tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah:

bahwa Pemohon Banding juga menegaskan bahwa Pemohon Banding secara jelas telah ditetapkan sebagai PDKB, yang seharusnya mendapatkan fasilitas PPN tidak dipungut sebagaimana diatur dalam Pasal 16B UU PPN dan PP 85 tersebut di atas. Oleh karenanya, sesuai dengan ketentuan Pasal 16B UU PPN dan Penjelasannya, Terbanding seharusnya menjaga

penerapan pengenaan PPN agar tidak menyimpang dari maksud dan tujuan diberikannya kemudahan dan/atau fasilitas PPN dimaksud, sebagaimana dinyatakan secara ekplisit dalam Penjelasan Pasal 16B UU PPN berikut ini; "Salah satu prinsip yang harus dipegang teguh di dalam Undang-Undang Perpajakan adalah diberlakukan dan diterapkan perlakuan yang sama terhadap semua Wajib Pajak atau terhadap kasus-kasus dalam bidang perpajakan yang pada hakikatnya sama dengan berpegang teguh pada ketentan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, setiap kemudahan dalam bidang perpajakan, jika benar-benar diperlukan, harus mengacu pada kaidah di atas dan perlu dijaga agar di dalam penerapannya tidak menyimpang dari maksud dan tujuan diberikannya kemudahan tersebut. Tujuan dan maksud diberikannya kemudahan pada hakikatnya untuk memberikan fasilitas perpajakan yang benar-benar diperlukan terutama untuk berhasilnya sektor kegiatan ekonomi yang berprioritas tinggi dalam skala nasional, mendorong perkembangan dunia usaha dan meningkatkan daya saing, mendukung pertahanan nasional, serta memperlancar pembangunan nasional:

bahwa kemudahan perpajakan yang diatur dalam Pasal ini diberikan terbatas untuk:

a. mendorong ekspor yang merupakan prioritas nasional di Tempat Penimbunan Berikat atau untuk mengembangkan wilayah dalam Daerah Pabean yang dibentuk khusus untuk maksud tersebut:

bahwa Koreksi Terbanding jelas tidak sejalan dengan tujuan pemberian fasilitas PPN tidak dipungut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16B UU PPN, karena jelas memberikan beban PPN dalam satu rangkaian produksi BKP yang akan diekspor, sebagaimana prioritas nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia:

. Pemohon Banding telah secara tepat menerbitkan Faktur Pajak dengan

Kode 070 (Penyerahan kepada PDKB) sehingga seharusnya tidak ada PPN yang terutang

bahwa ketentuan Pasal 14 ayat (2) PP 85 yang mengatur tentang Perlakuan Kepabeanan dan Perpajakan atas Kawasan Berikat secara eksplisit telah mengatur sebagai berikut:

"Barang yang dimasukkan dari Tempat Penimbunan Berikat ke Kawasan Berikat berupa:

a. barang asal luar daerah Pabean:

4. tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas barang Mewah,

b. barang asal tempat lain dalam daerah pabean tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah,

bahwa penyerahan yang dilakukan oleh Pemohon Banding merupakan penyerahan antara Kawasan Berikat, sehingga sesuai dengan ketentuan di atas, penyerahan tersebut seharusnya tidak dipungut PPN. Oleh karenanya, Faktur Pajak yang dibuat Pemohon Banding telah sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (2) PP 85 karena Pemohon Banding telah membuat Faktur Pajak dengan kode 070 dan telah diberi cap "PPN tidak dipungut"

bahwa penerbitan Faktur Pajak 070 sebagaimana dilakukan Pemohon Banding juga sejalan dengan ketentuan di dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04.2018 tentang Kawasan Berikat yang merupakan peraturan pelaksanaan dari PP 85;

bahwa berdasarkan penjelasan di atas, Pemohon Banding menyimpulkan bahwa koreksi Terbanding jelas merupakan koreksi yang keliru serta bertentangan dengan maksud dan tujuan Pemerintah Republik Indonesia untuk memberikan kemudahan dan fasilitas PPN tidak dipungut dalam rangka mendorong kegiatan ekspor. Selain itu, koreksi Terbanding justru akan menimbulkan ketidakpastian secara hukum karena Faktur Pajak yang dianggap Terbanding seharusnya diterbitkan (yakni Faktur Pajak Standar dengan Kode Pajak 010) akan bertentangan dengan alur penyerahan BKP yang sebenarnya terjadi sehingga melanggar ketentuan-ketentuan penerbitan Faktur Pajak yang terlah diatur di dalam UU PPN:

bahwa oleh karena itu, Pemohon Banding memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat untuk mengabulkan permohonanan Banding Pemohon Banding, serta membatalkan koreksi Terbanding untuk seluruhnya:

IV.

Kesimpulan dan Usul Pemohon Banding

bahwa berdasarkan penjelasan dan uraian di atas, Pemohon Banding menyimpulkan bahwa:

1. Surat Banding telah memenuhi seluruh ketentuan formal pengajuan banding sebagaimana diatur dalam Pasal 27 UU KUP serta Pasal 35, 36, dan 37 UU Pengadilan Pajak,

2. Koreksi Terbanding atas reklasifikasi DPP PPN dari yang seharusnya tidak terutang PPN menjadi harus dipungut PPN adalah koreksi yang tidak tepat. Dengan demikian, Pemohon Banding mohon Majelis Hakim untuk membatalkan koreksi tersebut:

bahwa selanjutnya, Pemohon Banding mengusulkan kepada Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang terhormat agar.

1. Menyatakan bahwa banding yang diajukan Pemohon Banding dapat diterima karena telah memenuhi seluruh ketentuan pengajuan banding;

2. Mengabulkan seluruhnya banding yang diajukan Pemohon Banding:

3. Membatalkan dan mencabut Keputusan Terbanding Nomor KEP- tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan atas

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 dan seluruh Surat Tagihan Pajak terkait dengan Keputusan Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020;

4. Memutuskan untuk membatalkan koreksi Terbanding yang tidak benar sehingga jumlah PPN kurang bayar untuk Masa Pajak Januari 2020 adalah NIHIL dengan perhitungan sebagai berikut:

NoDeskripsi

Jumlah (Rp)

PPN kurang/{lebih) bayar

Sanksi administrasi

eo memerintahkan Terbanding untuk segera mengembalikan segala je | Jumlah PPN terutang/ {lebih dibayar)

kelebihan pembayaran pajak sehubungan dengan sengketa pajak ini beserta bunganya,

bahwa apabila Majelis Hakim Yang Terhormat berpendapat lain, Pemohon Banding memohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

bahwa demikian Surat Banding ini disampaikan dengan harapan agar Majelis Hakim Pengadilan Pajak yang memeriksa dan mengadili sengketa ini dapat memutuskan dengan pertimbangan yang seadil-adilnya;

Menimbang bahwa Terbanding dalam Surat Uraian Banding Nomor S-

1255/WPJ.09/2022 tanggal 22 Agustus 2022, pada pokoknya mengemukakan hal- hal sebagai berikut:

IL Penelitian Persyaratan Formal

bahwa permohonan banding Pemohon Banding belum sepenuhnva memenuhi ketentuan formal sebagaimana diatur dalam Pasal 27 dan Pasal 32 Undang- Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), dan Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, karena perlu dilakukan pengujiandahulu terkait bukti keberadaan penandatangan surat banding di Indonesia serta kewenangan dari pihak yang menandatangani surat banding:

bahwa oleh karenanya, permohonan banding Pemohon Banding dapat dipertimbangkan lebih lanjut, sepanjang bukti keberadaan penandatangan surat banding di Indonesia serta kewenangan dari pihak yang menandatangani surat banding terpenuhi:

Il. Uraian Mengenai Ketetapan Semula, Keberatan Dan Keputusan Atas

Keberatan

1. bahwa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 diterbitkan berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Pajak Kantor Pelayanan Pajak Madya Bandung Nomor LAP- 00033/WPJ.09/KP.1106/RIK.SIS/2021 tanggal 31 Maret 2021;

2. bahwa atas ketetapan tersebut, Pemohon Banding mengajukan keberatan dengan Surat Nomor 091/WT/TM/VI/2021 tanggal 16 Juni 2021 yang

.diterima KPP Madya Bandung tanggal 22 Desember 2020 berdasarkan

|LPAD Nomor PEM-05008618/WPJ.09/KP.1103/2021 tanggal 16 Juni 2021;

3. bahwa atas surat keberatan Pemohon Banding, telah diterbitkan Surat Keputusan Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJ/WPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022;

Ill. ANALISIS POKOK SENGKETA

bahwa setelah membaca surat banding,Laporan Penelitian Keberatan, berkas surat-menyurat yang berlangsung selama proses penyelesaian keberatan, surat keberatan Pemohon Banding, dengan ini disampaikan analisa pokok sengketa atas surat banding dari Pemohon Banding sebagai berikut:

Pokok Sengketa Koreksi DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sebesar Rp131.669.454.020,00

Menurut Terbanding

1. Dasar hukum

a. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009

Pasal 3 ayat (1)

Setiap Wajib Pajak wajib mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak:

Pasal 4 ayat (1)

Wajib Pajak wajib mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, jelas, dan menandatanganinya:

Pasal 13 ayat (1) huruf a

Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun setelah saat terutangnya pajak atau berakhimya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak, Direktur Jenderal Pajak dapat menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar dalam hal apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar,

Pasal 13 ayat (2)

Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf e ditambah dengan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2% (dua persen) per bulan paling lama 24 (dua puluh empat) bulan, dihitung sejak saat terutangnya pajak atauMasa Pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai dengan diterbitkannya Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar,

b. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009

Pasai 1 angka 23

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak atau penyerahan Jasa Kena Pajak:

Pasal 1 angka 25

Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena pajak, penyerahan Jasa Kena Pajak, ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud, dan/atau ekspor Jasa Kena Pajak,

Pasai 4 ayat (1)

Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:

a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha:

b. impor Barang Kena Pajak,

c. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha:

d. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean,

e. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean:

f. ekspor Barang Kena Pajak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak: dan

g. ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud oleh Pengusaha Kena Pajak, dan

h. ekspor Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak:

Pasal 13 ayat (1)

Pengusaha Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak untuk setiap:

a. penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a atau huruf f dan/atau Pasal 16D:

b. penyerahan Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c,

c. ekspor Barang Kena Pajak Tidak Berwujud sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf g; dan/atau

d. ekspor Jasa Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat

(1) huruf h:

Pasal 13 ayat (1a)

Faktur Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibuat pada:

a. saat penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak,

b. saat penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak:

~

c. saat penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan, atau

d. saat lain yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menieri Keuangan:

Pasal 13 ayat (5)

Dalam Faktur Pajak harus dicantumkan keterangan tentang penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang paling sedikit memuat:

a. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak,

b. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak,

Cc. jenis barang atau jasa, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan

potongan harga,

d. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut,

e. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut,

f. kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak: dan

g. nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak: Pasal 13 ayat (6)

Direktur Jenderal Pajak dapat menetapkan dokumen tertentu yang kedudukannya dipersamakan dengan Faktur Pajak,

Pasal 13 ayat (8)

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembuatan Faktur Pajak dan tata cara pembetulan atau penggantian Faktur Pajak diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan:

Pasal 13 ayat (9)

Faktur Pajak harus memenuhi persyaratan formal dan material:

c. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 151/PMK.03/2013 Tentang Tata Cara Pembuatan dan Tata Cara Pembetulan atau Penggantian Faktur Pajak

Pasal 2 ayat (3) huruf a

Penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a untuk penyerahan Barang Kena Pajak berwujud yang menurut sifat atau hukumnya berupa barang bergerak, terjadi pada saat:

a. Barang Kena Pajak berwujud tersebut diserahkan secara langsung kepada pembeli atau pihak ketiga untuk dan atas nama pembeli:

b. Barang Kena Pajak berwujud tersebut diserahkan secara langsung kepada penerima barang untuk pemberian cuma-cuma, pemakaian sendiri, dan penyerahan dari pusat ke cabang atau sebaliknya dan/atau penyerahan antar cabang,

c. Barang Kena Pajak berwujud tersebut diserahkan kepada juru kirim atau pengusaha jasa angkutan, atau

d. harga atas penyerahan Barang Kena Pajak diakui sebagai piutang atau penghasilan, atau pada saat diterbitkan faktur penjualan oleh Pengusaha Kena Pajak, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten,

d. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-24/PJ/2012 tentang Bentuk, Ukuran, Tata Cara Pengisian Keterangan, Prosedur Pemberitahuan dalam rangka Pembuatan, Tata Cara Pembetulan atau Penggantian, dan Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak

Pasal 6 ayat (7)

Tata cara pengisian keterangan pada Faktur Pajak adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini:

Pasal 7 ayat (1)

PKP harus membuat Faktur Pajak dengan menggunakan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini,

2. Tanggapan Terbanding

bahwa berdasarkan Surat Permohonan Banding Nomor 050/WT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 perihal Permohonan Banding atas Surat Keputusan

Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJ/WPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Pemohon Banding atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020, Terbanding menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

a. bahwa yang menjadi sengketa dalam pengajuan banding Pemohon Banding adalah koreksi positif DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri untuk Masa Pajak Januari 2020 sebesar Rp131.669.454.020,00,

b. bahwa berdasarkan argumentasi/penjelasan Pemohon Banding, Terbanding memberikan tanggapan sebagai berikut:

1) Pada faktanya, transaksi tersebut adalah penyerahan BKP untuk tujuan ekspor antara dua pengusaha dalam Kawasan Berikat bahwa Terbanding memberikan tanggapan sebagai berikut:

bahwa skema transaksi terkait dengan transaksi dan penyerahan BKP yang dilakukan Pemonon Banding berbeda dengan yang disampaikan pada surat keberatan. Dimana bagan sesuai surat keberatan adalah sebagai berikut:

'C Pem) Ponta > eC <> fener >

{ Luar Dserah Pebaan

oe neyeran-da-

— LLLL

> ae ee

: Dolam Daerah Pabean Lainnya;

Pi iewaeeerr re ee eo ew eee

Alur Pesanan dan

Penagihan/ Pombayaran

-Alur Penyarahan

bahwa berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pemohon Banding melakukan penjualan dengan SAE - A yang berkedudukan di Korea Selatan atau dengan kata lain SAE - A merupakan pembeli dari Pemohon Banding. Dalam kontrak penjualan disebutkan bahwa

Barang Kena Pajak diserahkan kepada PT Starpia, PT Eins Trend atau pihak ketiga lainnya (pembeli dari SAE -A ) yang berkedudukan di Indonesia. Berdasarkan Pasal 2 ayat (3) huruf a angka 1 PMK-151 Tahun 2013 seharusnya Wajib Pajak memungut PPN dan membuat faktur pajak dengan kode faktur pajak 01 dengan mencantumkan SAE-S sebagai nama pembeli dengan NPWP 00.000.000.0-000.000 karena penyerahan dilakukan dalam daerah pabean. Sementara Pemohon Banding tidak memungut PPN karena menggunakan kode faktur pajak 07 dengan mencantumkan PT Starpia, PT Eins Trend atau pihak ketiga lainnya sebagai pembeli yang berada di kawasan berikat. Sehingga Terbanding tetap mempertahankan koreksi positif DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri hasil pemeriksaan sebesar Rp 131.669.454.020,00:

2) Fasilitas PPN tidak dipungut dalam Kawasan Berikat adalah fasilitas khusus yang ditetapkan oleh Pemerintah RI untuk mendorong ekspor yang merupakan prioritas nasional

3) Pemohon Banding telah secara tepat menerbitkan Faktur Pajak dengan Kode 070 (Penyerahan kepada PDKB) sehingga seharusnya tidak ada PPN yang terutang

bahwa terkait dengan argumentasi/penjelasan Pemohon Banding diatas, Terbanding memberikan tanggapan sebagai berikut:

1. bahwa telah terjadi penyerahan Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai:

2. bahwa sesuai kontrak, maka diketahui Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak adalah Pemohon Banding (yang berkedudukan di kawasan berikat);

3. bahwa pihak pembeli yang menerima Barang Kena Pajak adalah SAE - A atau pemesan lainnya yang berada di luar daerah pabean (Korea),

4. bahwa atas transaksi penyerahan Barang Kena Pajak tersebut, faktanya lalu lintas barang bukan dikirimkan ke pihak pembeli di

luar daerah pabean tetapi langsung diserahkan kepada pihak ketiga untuk dan atas nama pembeli (yaitu diserahkan kepada PT Starpia, PT Eins Trend, atau pihak ketiga lainnya yang juga berkedudukan di Kawasan Berikat):

5. bahwa dalam transaksi penyerahan Barang Kena Pajak tersebut, diketahui Pemohon Banding telah menerbitkan Faktur Pajak dengan kode transaksi 07 kepada PT Starpia, PT Eins Trend, atau pihak ketiga lainnya sehingga PPN-nya tidak dipungut:

6. bahwa pihak yang melakukan pemesanan atau pembelian Barang Kena Pajak (SAE - A atau pemesan lainnya yang berada di luar daerah pabean) tidak mempunyai Bentuk Usaha Tetap (BUT) di kawasan berikat;

c. bahwa berdasarkan data, fakta dan ketentuan yang berlaku, Terbanding berpendapat bahwa koreksi positif DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri untuk Masa Pajak Januari 2020 sebesar Rp131.669.454.020,00 sudah tepat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku:

IV. Kesimpulan dan Usul

1. Kesimpulan

bahwa berdasarkan penelitian surat banding, data dan dokumen sebagaimana diuraikan di atas, maka disimpulkan bahwa:

a. Surat Banding Nomor 050/WT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 berdasarkan penelitian sementara dan sesuai dengan data yang ada, belum sepenuhnya memenuhi ketentuan formal sebagaimana diatur dalam Pasal 27 dan Pasal 32 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), dan Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengaditan Pajak, karena perlu dilakukan pencuiian terlebih dahulu terkait bukti

keberadaan penandatangan surat banding di Indonesia serta kewenangan dari pihak yang menandatangani surat banding,

bahwa oleh karenanya, permohonan banding Pemohon Banding dapat dipertimbangkan lebih lanjut, sepanjang bukti keberadaan penandatangan surat banding di Indonesia terpenuhi,

b. Keputusan TerbandingNomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 diterbitkan berdasarkan kuasa Pasal 26 Undang- Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan telah sesuai dengan data dan ketentuan yang berlaku:

c. Koreksi Terbanding telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan yang

2. Usul

bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, maka diusulkan kepada Pengadilan Pajak untuk menolak permohonan banding Pemohon Banding dan tetap mempertahankan Keputusan Terbanding Nomor KEP- 00114/KEB/PJ/AWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 atas nama Pemohon Banding:

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam Surat Bantahan Nomor

081/WT/TM/IX/2022 tanggal 26 September 2022, pada pokoknya mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

I. Terkait Penelitian Persyaratan Formal

bahwa Sesuai dengan pemyataan Terbanding, Pemohon Banding berpendapat bahwa surat permohonan banding yang diajukan Pemohon Banding telah memenuhi seluruh ketentuan formal yang disyaratkan di dalam peraturan perundang-undangan terkait. Pemohon Banding akan membawa dokumentasi lainnya yang dipersyaratkan pada saat persidangan pemeriksaan formal sengketa:

Il. Terkait Analisis Pokok Sengketa

Pokok Sengketa Koreksi DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri sebesar Rp131.669.454.020,00

1. Pemyataan Terbanding terkait dengan alasan Pemohon Banding bahwa pada faktanya, transaksi tersebut adalah penyerahan BKP untuk tujuan ekspor antara dua pengusaha dalam Kawasan Berikat

bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan pemyataan Terbanding dengan alasan sebagai berikut:

* Pemyataan Terbanding menyiratkan adanya perbedaan skema transaksi

dar keterangan di dalam surat keberatan dan pada surat banding Pemohon Banding. Namun demikian, dapat Pemohon Banding tegaskan bahwa skema transaksi yang Pemohon Banding jelaskan adalah skema transaksi yang sama. Di dalam surat banding, Pemohon Banding justru berupaya untuk memberikan rincian skema transaksi yang lebih lengkap agar dapat dipahami secara jelas baik oleh Majelis Hakim Pengadilan Pajak maupun oleh Terbanding:

* Pemahaman Terbanding sebagaimana diuraikan pada bagian

tanggapannya justru menunjukkan bagaimana Terbanding telah keliru dalam memahami skema transaksi yang terjadi, serta kekeliruan Terbanding dalam menerapkan peraturan perundang-undangan perpajakan dalam skema transaksi dimaksud, sebagaimana berikut,

- Di dalam skema transaksi yang dijelaskan Pemohon Banding dan sesuai dengan pemahaman Terbanding di dalam SUB, pihak Pembeli Barang Kena Pajak jelas merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang berkedudukan di Korea Selatan,

- Bahwa terdapat penyerahan Barang Kena Pajak kepada pihak lain (bukan Pembeli Barang) dikarenakan Barang Kena Pajak dimaksud masih merupakan barang setengah jadi yang memerlukan proses lanjutan. Dalam hal ini proses lanjutan tersebut akan dilakukan oleh pihak lain (yakni PT Starpia, PT Eins Trend atau pihak ketiga lainnya). Fakta terkait alur penyerahan Barang Kena Pajak kepada pihak lain ini

pun telah tertuang di dalam kontrak pembelian, sebagaimana diakui oleh Terbanding,

- Bahwa ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai secara jelas telah mengatur bahwa PPN dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean. Sehingga pengenaan PPN jelas didasarkan pada alur penyerahan barang, dan tidak semata-mata didasarkan pada pihak yang melakukan transaksi,

- Terbanding menyatakan bahwa seharusnya Pemohon Banding membuat Faktur Pajak dengan kode 01 kepada Daenong Corporation sebagai nama pembeli dengan NPWP 00.000.000.0-000.000 karena penyerahan dilakukan dalam daerah pabean. Pernyataan Terbanding di atas justru tidak sesuai dengan fakta dan peraturan yang berlaku karena:

(i) Bagi Pemohon Banding, Daenong Corporation bukan pihak pembeli,

(ii) Daenong Corporation bukan merupakan Pengusaha Kena Pajak

atau Pengusaha yang berkedudukan di Indonesia (dapat dilihat dari usulan pengisian NPWP dalam Faktur Pajak oleh Terbanding), sehingga penyerahan kepada pihak luar negeri seharusnya justru dikategorikan sebagai penyerahan ekspor ke luar daerah pabean dan justru tidak tepat untuk diterbitkan Faktur Pajak Standar dengan kode 01:

(iti) Hal yang sama juga berlaku bagi SAE-A (pihak pembeli BKP dari

Pemohon Banding) yang jelas merupakan Wajib Pajak Luar Negeri yang berkedudukan di Korea Selatan,

- Bahwa sesuai dengan faktanya, pihak penerima Barang Kena Pajak (PT Starpia, PT Eins Trend atau pihak ketiga lainnya) jelas merupakan Pengusaha Dalam Kawasan Berikat, yang akan melakukan pengolah barang lebih lanjut sebelum akhirnya diekspor kepada pihak konsumen akhir. Sehingga Pemohon Banding justru telah tepat menerbitkan

Faktur Pajak dengan kode 070 dan tidak memungut PPN untuk penyerahan antara dua Kawasan Berikat,

* Pemohon Banding juga ingin menegaskan bahwa terkait dengan

penyerahan BKP dari dan ke luar Kawasan Berikat merupakan penyerahan yang diawasi secara ketat oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai "DJBC". Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan terkait, DJBC adalah pihak otoritas yang ditunjuk untuk mengawasi seluruh penyerahan BKP dari dan ke Kawasan Berikat. Terkait hal ini, Pemohon Banding juga telah mendapatkan penegasan secara tertulis dari DJBC bahwa penyerahan sebagaimana dilakukan oleh Pemohon Banding diberikan fasilitas tidak dipungut PPN. Salinan dari surat penegasan DJBC tersebut akan Pemohon Banding sampaikan pada saat persidangan,

» Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dibuktikan bahwa koreksi

Terbanding jelas keliru dan tidak sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, dan justru bertentangan dengan penegasan yang diberikan oleh DJBC selaku pihak otoritas yang ditunjuk untuk mengawasi pergerakan barang dari/ke Kawasan Berikat, sehingga menyebabkan ketidakpastian hukum bagi Pemohon Banding,

2. Pernyataan Terbanding terkait dengan alasan Pemohon Banding bahwa Fasilitas PPN tidak dipungut dalam Kawasan Berikat sebagai fasilitas untuk mendorong ekspor dan bahwa Pemohon Banding telah secara tepat menerbitkan Faktur Pajak dengan Kode 070 (Penyerahan kepada PDKB) sehingga seharusnya tidak ada PPN yang terutang

bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan pemyataan Terbanding dengan alasan sebagai berikut:

» Sebagaimana diatur di dalam Pasal 4 ayat (1) huruf a Undang-Undang

Pajak Pertambahan Nilai, bahwa PPN dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak. Dengan demikian, penentuan pengenaan PPN mengikuti arus penyerahan Barang Kena Pajak yang dimaksud dan tidak hanya sekedar melihat siapa pihak pembeli BKP:

¢ Dalil Terbanding untuk mengenakan PPN sebesar 10% dan memaksakan

penerbitan Faktur Pajak dengan kode 01 dikarenakan Terbanding melihat

bahwa lalu lintas barang tidak diserahkan langsung kepada pihak pembeli melainkan kepada pihak ketiga untuk dan atas nama pembeli (yaitu diserahkan kepada PT Starpia, PT Eins Trend dan pihak ketiga lainnya yang juga berkedudukan di Kawasan Berikat). Dalil ini jelas tidak sesuai dengan ketentuan yang ada serta praktik bisnis pada lazimnya,

bahwa Pemohon Banding ingin menegaskan bahwa pada praktiknya, sangat umum dan lazim ditemukan bahwa BKP tidak diserahkan langsung kepada pihak pembeli, melainkan dapat juga diserahkan langsung kepada pihak konsumen akhir atau diserahkan kepada pihak lainnya untuk proses pengerjaan lanjutan. Terkait hal ini, tidak pernah terdapat ketentuan apapun yang melarang praktik tersebut, atau mengatur bahwa penyerahan tersebut harus dipungut PPN berdasarkan siapa pihak pembeli BKP:

bahwa sebaliknya, pada tahun 2021, justru diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.04/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat yang justru mempertegas dan mengkonfirmasi praktik yang dilakukan Pemohon Banding, sehingga walaupun penyerahan BKP dilakukan kepada pihak lain (bukan pihak pembeli) yang berada di Kawasan Berikat, tetap akan diterbitkan Faktur Pajak dengan kode 07 dan tidak dipungut PPN,

* Sebagaimana telah Pemohon Banding jelaskan sebelumnya, bahwa

praktik penyerahan barang kepada pihak lain untuk pengolahan lebih lanjut juga diawasi oleh DJBC karena Pemohon Banding merupakan Pengusaha Dalam Kawasan Berikat. Dan terkait hal ini, Pemohon Banding telah mendapatkan penegasan tertulis dari DJBC, yang akan Pemohon Banding sampaikan pada saat persidangan:

“ Pernyataan Terbanding terkait hubungan istimewa antara SAE-A dan

pihak penerima barang di Kawasan Berikat (PT Starpia dan PT Eins) jelas tidak relevan dalam menentukan kode Faktur Pajak yang seharusnya diterbitkan oleh Pemohon Banding. Bahkan Terbanding juga secara tidak langsung telah menegaskan bahwa pihak-pihak tersebut memang berada

di Kawasan Berikat sehingga memang tepat untuk diterbitkan Faktur Pajak dengan Kode 07,

* Lebih lanjut, terkait dengan pemyataan Terbanding bahwa SAE-A tidak

memiliki BUT di Kawasan Berikat, Pemohon Banding juga ingin menegaskan bahwa SAE-A tidak memiliki BUT di Indonesia (tidak hanya di Kawasan Berikat). Hal ini kembali menunjukkan bahwa sekalipun Terbanding memaksakan bahwa Faktur Pajak hanya dapat diterbitkan kepada pihak pembeli, Pembeli BKP jelas bukan PKP yang berkedudukan di Indonesia, sehingga tidak tepat jika diterbitkan Faktur Pajak dengan Kode 01:

“ Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dibuktikan bahwa koreksi

Terbanding jelas keliru dan tidak sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku, dan justru bertentangan dengan penegasan yang diberikan oleh DJBC selaku pihak otoritas yang ditunjuk untuk mengawasi pergerakan barang dari/ke Kawasan Berikat, sehingga menyebabkan ketidakpastian hukum bagi Pemohon Banding:

. Pemyataan Terbanding pada halaman 10 dari SUB

bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan pernyataan Terbanding tersebut di atas. Sebagaimana telah Pemohon Banding jelaskan di atas, bahwa Pemohon Banding justru telah secara tepat menerbitkan Faktur Pajak dengan kode 07 karena pada kenyataannya, Pemohon Banding menyerahkan BKP kepada Pengusaha Dalam Kawasan Berikat lainnya untuk diproses lebih lanjut, sesuai dengan instruksi dan perintah dari pihak pembeli barang,

bahwa praktik tersebut di atas adalah praktik yang wajar dan sangat lazim terjadi, dan bahkan telah secara lugas dikonfirmasikan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.04/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat. Oleh karenanya, justru dapat dibuktikan bahwa koreksi Terbanding tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, dan harus dibatalkan:

bahwa penjelasan secara lebih terperinci dan dokumen-dokumen pendukung terkait akan Pemohon Banding sampaikan pada saat proses persidangan,

Ii. KESIMPULAN DAN USUL

bahwa berdasarkan penjelasan dan uraian bantahan di atas, Pemohon Banding menyimpulkan bahwa:

1. Surat banding yang diajukan oleh Pemohon Banding sudah memenuhi seluruh ketentuan formal pengajuan banding sebagaimana diatur dalam Pasal 27 dan Pasal 32 UU KUP serta Pasal 35, Pasal 36 dan Pasal 37 UU Pengadilan Pajak,

2. Koreksi yang dilakukan oleh Terbanding berdasarkan pemahaman yang salah atas ketentuan yang berlaku dan tidak didasarkan pada bukti-bukti yang kompeten serta fakta-fakta yang terjadi serta tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku:

bahwa selanjutnya, Pemohon Banding dengan ini memohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat yang berwenang memeriksa perkara ini untuk memberikan putusan sebagai berikut:

1. Menyatakan bahwa banding yang diajukan Pemohon Banding dapat diterima karena telah memenuhi seluruh ketentuan pengajuan banding:

2. Mengabulkan seluruhnya banding yang diajukan Pemohon Banding:

3. Membatalkan koreksi yang tertuang di dalam Keputusan Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJ/WPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 dan membatalkan serta mencabut seluruh Surat Tagihan Pajak terkait dengan Keputusan Terbanding Nomor KEP-00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020:

4. Memutuskan bahwa Jumlah PPN yang Kurang Bayar untuk Masa Pajak Januari 2020 adalah Nihil, dan memerintahkan Terbanding untuk segera mengembalikan pajak yang telah dibayar sehubungan dengan sengketa pajak ini beserta bunganya,

bahwa apabila Majelis Hakim Yang Terhomat berpendapat lain, Pemohon Banding memohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang bahwa Pemohon Banding dalam persidangan mengajukan

alat bukti berupa surat atau tulisan yang telah diberi materai cukup serta telah dicocokkan dengan pembandingnya, masing-masing diberi tanda P-1 sampai dengan P-22 sebagai berikut:

Bukti P-1. FotokopiKeputusanTerbandingNomorKEP-

00114/KEB/PJ/WPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022;

Bukti P-2. Fotokopi Surat Keberatan Nomor 091/WT/TM/VI/2021 tanggal 16 Juni

2021;

Bukti P-3. Fotokopi Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan

Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak Januari 2020 Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021:

Bukti P-4. Fotokopi Akta Pemyataan Keputusan Para Pemegang Saham Nomor

5 Notaris Maulina Riza, S.H., M.Kn;

Bukti P-5. Surat Kuasa Khusus Nomor 088/WT/TM/V1/2022 tanggal 23 Juni 2022: Bukti P-6. Surat Kuasa Khusus Nomortanggal 23 Juni 2022: Bukti P-7. Surat Kuasa Khusus Nomor 124/WT/TMMIII/2022 tanggal 26 Agustus

2022,

Bukti P-8. Surat Kuasa Khusus Nomor 125AVT/TM/VIII/2022 tanggal 26 Agustus

2022,

Bukti P-9. Pakta Integritas Kuasa Hukum tanggal 23 Juni 2022:

Bukti P-10. Pakta Integritas Kuasa Hukum tanggal 26 Agustus 2022:

Bukti P-11. Pakta Integritas Pemohon Banding;

Bukti P-12. Fotokopi Izin Kuasa Hukum Nomor KEP-114/PP/IKH/2021 tanggal 8

Maret 2021:

Bukti P-13. Fotokopi Izin Kuasa Hukum Nomor KEP-289/PP/IKH/2021 tanggal 31

Maret 2021;

Bukti P-14. Fotokopi Izin Kuasa Hukum Nomor KEP-631/PP/IKH/2022 tanggal 26

Juli 2022;

Bukti P-15. Fotokopi izin Kuasa Hukum nomor KEP-038/PP/IKH/2021 tanggal 18

Januari 2021:

Bukti P-16. Fotokopi bermaterai Akta Pemyataan Keputusan Para Pemegang

Saham Nomor 5 tanggal 19 Desember 2019 Notaris Maulina Riza, S.H., M.Kn.:

Bukti P-17. Fotokopi bermaterai Akta Pemyataan Keputusan Para Pemegang

Saham Nomor 5 tanggal 29 September 2021 Notaris Maulina Riza, S.H., M.Kn.;

Bukti P-18. Fotokopi bermaterai Passport an. Kim Young Jin;

Bukti P-19. Matrik Sengketa tanggal 25 November 2022;

Bukti P-20. Penjelasan tertulis tanggal 7 Februari 2023:

Bukti P-21. Penjelasan tertulis tanggal 7 Maret 2023:

Bukti P-22. Pendapat Akhir tanggal 4 April 2023;

Menimbang bahwa Terbanding dalam persidangan mengajukan alat bukti

berupa surat atau tulisan serta telah dicocokkan dengan pembandingnya, masing- masing diberi tanda T-1 sampai dengan T-6 sebagai berikut:

Bukti T-1. Surat Tugas,

Bukti T-2. Fotokopi LHP, LPK dan KKP:

Bukti T-3. Matriks Sengketa:

Bukti T-4. Penjelasan terkait masa Januari 2020:

Bukti T-5. Penjelasan tertulis tanggal 7 Maret 2023:

Bukti 1-6. ' Pendapat Akhir (Closing statement) yang disampaikan pada sidang

tanggal 4 Apri 2023,

PERTIMBANGAN HUKUM

Kewenangan Pengadilan Pajak

bahwa objek sengketa berupa Keputusan Terbanding Nomor KEP- 00114/KEB/PJAWPJ.09/2022 tanggal 31 Maret 2022 tentang Keberatan Wajib Pajak Atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Nomor 00002/207/20/441/21 tanggal 31 Maret 2021 Masa Pajak Januari 2020 tenmasuk sengketa pajak sehingga berdasarkan ketentuan Pasal 31 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak merupakan kewenangan Pengadilan Pajak:

Ketentuan Formal

Menimbang bahwa sesuai peraturan perundangan-undangan peradilan

pajak, pemeriksaan materi sengketa banding dilakukan setelah pemeriksaan atas pemenuhan ketentuan formal:

Pemenuhan Ketentuan Formal Pengajuan Banding

bahwa Surat Banding Nomor 050/WT/TM/V/2022 tanggal 27 Mei 2022 dibuat dalam Bahasa Indonesia ditujukan kepada Pengadilan Pajak, diajukan masih dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan, menyatakan tidak setuju terhadap Keputusan Terbanding dan diajukan untuk satu Keputusan, memuat alasan-alasan yang jelas dan mencantumkan tanggal diterimanya Surat Keputusan Terbanding, dilampiri dengan salinan keputusan yang dibanding, telah terpenuhi kewajiban pembayaran sebesar 50% dari pajak terutang, dan ditandatangani oleh pengurus/kuasa yang berhak menandatangani sehingga memenuhi ketentuan Pasal 35 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 36 ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4), Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak:

Pokok Sengketa

Menimbang bahwa terbukti pokok sengketa dalam banding ini adalah

sebagai berikut:

Nilai Sengketa Menurut

(Rp) Uraian

Banding

Terbanding

(Rp)

(Rp)

Dasar Pengenaan Pajak

a.2. Penyerahan yang PPN-nya harus

617.355.229,00

132.286.809.249,00131.669.454.020,00 dipungut sendiri

a4. Penyerahan yang PPN-nya tidak | 137,439,872.539,00

5.770.418.519,00 | (131.669.454.020,00) dipungut

Menimbang bahwa berdasarkan pemeriksaan atas berkas permohonan

banding dan penjelasan para pihak di dalam persidangan, diketahui bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam perkara banding ini adalah koreksi Terbanding terkait dengan reklasifikasi penyerahan BKP yang tidak terutang PPN menjadi penyerahan yang terutang PPN dengan tarif sebesar 10% yang harus dipungut sendiri PPN-nya oleh Pemohon Banding, yang seluruhnya tidak disetujui oleh Pemohon Banding:

bahwa koreksi dilakukan oleh Terbanding atas DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungutuntuk Masa Pajak April 2019 adalah sebesar Rp131.669.454.020,00, dengan rincian sebagai berikut:

MenurutMenurut

:Dasar Pengenaan Pajak | Pemohon BandingTerbandingKoreksi |(Rp}(Rp){Rp) |(A)(B)(A) - (B)

Penyerahan yang PPN-nya617.355.229,00 | 132.286.809.249,00 | 131.669.454.020,00 harus dipungut sendiri

Penyerahan yang PPN-nya | 137.439.872.539,00

5.770.418.519,00 | (131.669.454.020,00) tidak dipungut

menimbang bahwa Terbanding telah melakukan reklasifikasi terhadap transaksi penyerahan yang PPNnya tidak dipungut menjadi transaksi yang PPNnya harus dipungut sendiri oleh Pemohon Banding, dengan argumentasi sebagai berikut:

a. Bahwa pada persidangan tanggal 27 September 2022, Majelis Hakim menugaskan Terbanding untuk menanggapi video yang disampaikan Pemohon Banding terkait koreksi DPP Penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri. Bahwa dalam video yang disampaikannya, Pemohon Banding menjelaskan hal- hal sebagai berikut:

1) Pemohon Banding telah memperoleh penetapan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat (“PKB”) dan merangkap sebagai pengusaha di Kawasan Berkat (“PDKB”),

2) Terkait dengan sengketa in casu, Pemohon Banding menerima pesanan dari SAE-A yang berkedudukan di Luar Daerah Pabean (Korea Selatan), dengan skema transaksi sebagai berikut:

bahwa dalam skema tersebut dan juga dalam video, Pemohon Banding menjelaskan bahwa Pemohon Banding memproduksi kain yang merupakan bahan baku gammen. Kain hasil produksi Pemohon Banding tersebut dikirimkan kepada Pengusaha dalam Kawasan Berikat (PDKB) lain agar hasil produksi Pemohon Banding dapat diolah menjadi barang jadi (garmen) untuk kemudian diekspor. Pemohon Banding menegaskan bahwa proses pengiriman kain ke PDKB lain dilakukan dengan pengawasan ketat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai instansi yang mengawasi Kawasan Berikat. Barang hasil produksi Pemohon Banding tersebut dikirim menggunakan kontainer tertutup dan disegel oleh petugas DJBC, dimana segel tersebut hanya boleh dibuka oleh petugas DJBC ketika kontainer tersebut sampai di lokasi pabrik PDKB yang dituju:

3) Pemohon Banding berpendapat bahwa pengiriman kain ke PDKB lain untuk diolah menjadi garmen adalah pengiriman barang antar pengusaha di dalam Kawasan Berikat dalam rangka proses produksi yang pada akhirnya untuk tujuan ekspor dan bukan untuk tujuan konsumsi, sehingga Pemohon Banding membuat Faktur Pajak dengan kode “070” dan dicap “PPN Tidak Dipungut" sebagaimana diatur dalam Pasal 16B ayat (1) UU PPN jo. Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2009:

bahwa berdasarkan informasi yang didapat pada saat pemeriksaan dan keberatan, skema transaksi Pemohon Banding dengan SAE-A berbeda dengan yang disampaikan oleh Pemohon Banding saat persidangan, yaitu sebagai berikut:

&

Luar Deerah Pabeort

ewe me eee eee ee ee— eww a ee ee oe — ee ee ee ee ee

: Delam DserahLainnya

eeeee

Alur Pesanan dan

Penagihan/ Pembayaran

Alur Penyerahan Sarang

bahwa berdasarkan skema tersebut diketahui bahwa Pemohon Banding menerima pesanan dari SAE-A dan produk yang dihasilkan oleh Pemohon Banding adalah kain (barang setengah jadi) dan bukan garmen, maka apabila Pemohon Banding langsung mengirimkan produk tersebut kepada SAE-A, maka pihak SAE-A harus mengirimkan kembali ke pihak ketiga yang merupakan PDKB yang berkedudukan di lokasi Kawasan Berikat (selanjutnya disebut PDKB lain). PDKB lain tersebut diketahui terdiri dari PT Starpia, PT Eins Trend, dan pihak ketiga lainnya yang merupakan afiliasi dari SAE-A. Demi memperpendek alur transaksi maka Pemohon Banding tidak mengirimkan kain hasil produksinya ke SAE-A sebagai pemesan namun langsung mengirimkan ke PDKB lain tersebut untuk selanjutnya diolah menjadi garmen,

a) Terbanding berpendapat bahwa pihak pemesan/pembeli dan pemilik barang adalah SAE-A yang bukan merupakan Pengusaha dalam Kawasan Berikat, sehingga kontrak/perjanjian adalah antara Pemohon Banding dengan SAE- A dan produk Pemohon Banding seharusnya dikirimkan ke pihak yang memiliki perjanjian dengan Pemohon Banding:

b) Selanjutnya diketahui pula bahwa pihak yang melakukan pembelian Barang Kena Pajak (SAE - A yang berkedudukan di Korea Selatan) tidak mempunyai Bentuk Usaha Tetap (BUT) di kawasan berikat:

b. Bahwa pada tanggal 25 Oktober 2022 dan 7 Februari 2023, Pemohon Banding menyampaikan dokumen:

1) Purchase Order

Terjemahan Purchase Order

SAE-A EINS INC,PESANAN PEMBEUAN

Ld ana trae,aeTakPea |.

aa aa

peta Uk aga0one nen 12 ewe 113

reelsTienes, dangan vadaseensmampdhhy tata OS PyWES pet

cadens icopeAnda pans Ae cfbenda? pe}

bear pei5 aprlay lesen

Permaitra x ttre barat dm Mate be Makarabo yaa

fetchof By mere formes ©

BowLimesben Aare Stamnestet wee

ALDMIT9PATI Jan PC Cap IKIin Tatan NC,

KatARaya Kun

Tenan« as

Sat

Oeyaug

2)

Commercial Invoice

COMMERCIAL INVOICE

trvolce No:

WTSALF 1191000289

TEXTILE

edFAV DA DESA

BARAT 41192 INDONESIA

:FAX: 62-284-822407T

ML RAYASUBANG DS.

CAMPAKA

TEL. :FAX:

SPENT KFORMATION

PO Ho:BONO 5Lamar of Credit Mo:Date of LC:Bank:' BAHAN.}

PO Date.Oper :ORDERTarm of Payment:

A19 THWITTE 1101000220THT PAYMENT

che Ofins(Memes

DyCPT,403 BALE

ee iIndonesiaIndonesia1014117 KG

Styte No.Description of GoodsHS CD | Guz juni T up To1

FABFOG

|(die CTINPOLYWOREYo sesae.

Cara 1 RTT.

:||

1

3)

Packing List

PACKING LIST

|No:i Inrvetea Date -| Shipment Date :

hn‘2019-100320191001

[PT. WIN TEXTILE

KP CILEGONG R7 914DESA CLEGGNG KEC.

| JATRUHURSIVA BARAT 41152ROGAMGHAMLRY, SEOUL KOREA

TEL. 1 62-264-8224668FAX : 62-264-8226777TEL. :PAK: 82-2-550-2701

:FARTY[Goods Delvered Ts)CONSIGNEE

PT, STARPIA°

WR. RAYA BADANG-SUBANG DS. CKUMPAY

KECAA DARAT

TEL.FAX:

SHIPMENT

Customer PO No:SO Na:Letter af Crocin Mo:Dats of LC:Testing Bank:

--

PO Dats:Bayar?DELIVERY ORDERTerm of

. PYTIPEF E101 000283TT PAYMENT

PEPModa ef Tranapertatian :Paymert Term:of Packages:

Dp TruckiogCPT, indonesia

"Part of[Port ofPlace ofOrigin: Type:

|maT XG \

eenaTvos |resent?

PMI |

4)

Fom BC 2.7

BC 27 | PEMBERITAKUAN PENGELUARAN UNTUK DIANGKUT DARI TEMPAT PENIMBUNAN

_

BERIKAT KE TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT LAINNYA

1

+

E. DATA>

TPB ASAL SARAKGOR TUSUAN BARANG

neve 15. HPAP*

2 HaaTEXTILE. |& Nome1 PT,|

1 Mamat» MAMPLING CRAOONG RT. 19 RPE 64,7, Mamat5 DL RAYA SADAOE.KEC. CAMPAKA

KECAMATANPUSONAKARTA, JANA BARATPURTIAZARTA LAYER BARAT

4, Ng Iin TPB:Natin TPO :

DOKUMEN PELIIKIKAP PARSAN.- 3I110 OREStotJain 1 WIPER SIRtol

YA Pacang Lestfai13. Surat|

17. Kontraktotto

14, Lainnya

RIWAYAT BARANG

InaDO ZYAsal:tot

> ManorDC 23.te

DAYA PERDAGANGAN

10 Jenis Vakta 1 USO USIL. Harga Penyerahan 1 927

yr<USD 6582733

25 Volume im27. Berat Karor (Kg) . 10.143, 170022 Borst Bersih (Kg} 2 101112190

5) Faktur Pajak

Faktur Pajak

Kode dan Nocnar Sesi Faktur Pajak :12

Nama :TERATE

Atamat : KP.CILEGONG RT. 015 RW. 004, CILEGONG , PURWAKARTA

NPWP :

Pembeli Barang Kena Pajak/ Penerima Jasa Kena Pajak

Nama : PT, STARPIA..:

oon at. Sadang-Subang Biok - No,- RT:000 RW.000 KelPurwakarta aNama Barang Kena Pajak / Jasa Kara Pajak

= sat Penggantian827, 228,00

ISAWA]

Uang Ma——s

#27.473.828,00 Total PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mowah)

Seaual denganyong bertaku, Dewktorai Jencers! PajakbahwaPapa ini Intah Gtandatangani betata

tetKanyepacaPant i.

PURWAKARTA, 08 Oksober 2019

LEE BANG SIK.

6) Laporan Bank

KT

| man m

Rina

,

7) Pemberitahuan Ekspor Barang

-MLSTR el LaVP“TUKER AI war,

—

atang—————~ '

~ >1 J | RAM ayo

t — eo Pricewy TOR

' 1 KM ci—2 ye 13

oytesfleeTEA

: HQC DATEL|

AnaOpa asta Let

! | IP tapaTa

4—~

i|

=AA am

BOO maAAA Pa Da“SNN

i d thou.

,ea SS nee TEA Ea,

safs tenor FL tse eel set

=ag

A CAN APA CR ACL

0 See ap ag kb tm

Says pe Sion Pa ob greyet, | & Bek pangIg ° Wh troPeet

P IA

bahwa tanggapan Terbanding atas dokumen yang disampaikan Pemohon Banding tersebui:

1) Perjanjian pembelian antara Pemohon Banding dengan SAE-A hanya ada Purchase Order yang diperlakukan sebagai kontrak:

2) Berdasarkan informasi pada Purchase Order diketahui bahwa SAE-A memesan produk kain rajut kepada Pemohon Banding untuk dikirimkan ke STARPIA dan tagihan dikirimkan kepada SAE-A:

3) Bahwa yang menandatangani Purchase Order adalah pihak Presiden Direktur Pemohon Banding dan Presiden Direktur SAE-A:

4) Berdasarkan dokumen Purchase Order jelas pembeli produk Pemohon Banding adalah SAE-A, bukan STARPIA, sesuai arus uang pembayaran yang diterima Pemohon Banding berasal dari SAE-A bukan dari STARPIA:

5) Bahwa berdasarkan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), diketahui bahwa STARPIA melakukan ekspor kepada SAE-A selaku pembeli dan UNIQLO MALAYSIA SDN. BHD, sebagai penerima:

6) Berdasarkan dokumen-dokumen tersebut maka alur transaksi Pemohon Banding adalah sebagai berikut:

a) SAE-A memesan kain rajut kepada Pemohon Banding, dan Pemohon Banding menagih ke SAE-A:

b) Pemohon Banding mengirim kain rajut milik SAE-A kepada STARPIA:

c) STARPIA mengolah kain rajut milik SAE-A menjadi garmen lalu mengekspor ke SAE-A dengan tujuan UNIQLO;

d) SAE-A menagih pembayaran kepada UNIQLO;

—»: Alur Dokumen

c)

a}: c)& : Alur Barang

:

1

yo

b)

7) Berdasarkan skema transaksi tersebut, maka secara legal formal maupun substansi, Pemohon Banding sama sekali tidak bertransaksi dengan STARPIA, melainkan dengan SAE-A. Terbukti Pemohon Banding hanya memperoleh pembayaran dari SAE-A dan STARPIA tidak mencatat adanya pembelian dari Pemohon Banding:

8) Karena SAE-A bukan pengusaha di Kawasan Berikat, maka tidak seharusnya penyerahan kain rajut dari Pemohon Banding kepada SAE-A dikategorikan sebagai penyerahan yang PPN-nya tidak dipungut (Kode Faktur 070):

bahwa Terbanding berpendapat:

e Penjualan Pemohon Banding dilakukan dengan pihak SAE-A di Korea,

sedangkan STARPIA yang berada di Kawasan Berikat hanya merupakan point of destination sebagaimana incoterm yang disetujui oleh Pemohon Banding dengan SAE-A:

e Sesuai dengan incoterm penjualan (CPT), serah terima barang dari Pemohon

Banding kepada SAE-A terjadi pada saat barang diserahkan kepada kurir/jasa pengangkutan, sehingga nyata-nyata penyerahan terjadi di luar Kawasan Berikat:

e STARPIA bukan merupakan pembeli/pemilik barang, karena pemilik barang

sesungguhnya adalah SAE-A:

e Bahwa karena SAE-A bukan merupakan pengusaha di Kawasan Berikat, dan

penyerahan barang tidak terjadi di dalam Kawasan Berikat maka sesuai ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf a Undang-Undang PPN jo Pasal 24 Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-131/PMK.03/2018, penyerahan yang dilakukan oleh Pemohon Banding adalah penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri, sehingga Faktur Pajak yang dibuat oleh Pemohon Banding dengan kode “O70” adalah tidak tepat:

menimbang bahwa Pemohon Banding berpendapat sebagai berikut:

bahwa Pemohon Banding merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang telah memperoleh penetapan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat dan merangkap sebagai Pengusaha di Kawasan Berikat (PKB), yang merupakan penyedia dan produsen dari kain rajut. Sebagian besar pesanan kain rajut berasal dari Pembeli di Luar Daerah Pabean, seperti dari SAE-A yang berkedudukan di Korea Selatan. Untuk memenuhi pesanan pembeli tersebut, sesuai dengan instruksi pembeli, Pemohon Banding kemudian menyerahkan kain rajut sebagai barang setengah jadi kepada PKB lainnya (Perusahaan Penjahit), agar dapat diproses lebih lanjut menjadi garmen atau pakaian jadi yang akhirnya akan diekspor dan diserahkan kepada pihak konsumen yang juga berada di Luar Negeri:

bahwa Pemohon Banding tidak hanya melakukan pembelian Barang Kena Pajak ("BKP") dengan SAE-A saja, namun juga dengan pihak-pihak ketiga lainnya, seperti dengan Nobland Intemational Inc., Yakjin Trading Corporation, Hansae Co. Lid., Shinsung Tongsang Co. Ltd, dan perusahaan perusahaan lainnya. Dalam transaksi terkait, Pemohon Banding secara konsisten memproduksi BKP setengah jadi (berupa kain rajut), dan kemudian menyerahkan BKP untuk diolah lebih lanjut kepada pihak penjahit (penerima BKP) yang berada di Kawasan Berikat, yang ditunjuk oleh pihak pembeli BKP:

bahwa bagan transaksi yang dimaksud:

Diagram Arus Transaksi Kasus A Quo

Pa,

PembeliPemesan Awal

Luar NegeriInstruksi Pesanan

Kawasan BerikatKawasan Berikat

bahwa adapun transaksi yang menjadi sengketa adalah terkait penyerahan BKP dari Pemohon Banding ke Perusahaan Penjahit Pakaian, yang juga berada di Kawasan Berikat. Atas penyerahan tersebut Pemohon Banding telah menerbitkan form BC 2.7 yang merupakan Pemberitahuan Pengeluaran untuk pengangkutan barang antar Kawasan Berikat, dan juga telah menerbitkan Faktur Pajak dengan kode Faktur Pajak 07 untuk pengeluaran BKP kepada Kawasan Berikat. Transaksi tersebut kemudian dilaporkan oleh Wajib Pajak di dalam SPT PPN sebagai penyerahan yang PPNnya tidak dipungut:

bahwa Pemohon Banding telah mengajukan permohonan konfirmasi kepada DJBC mengenai fasilitas PPN atas pengiriman barang antar Kawasan Berikat melalui Surat Nomortanggal 11 Maret 2022 tentang Permohonan Konfirmasi Fasilitas Kepabeanan Terkait Pengiriman Barang Hasil Produksi antar Kawasan Berikat Untuk Diolah Lebih Lanjut Dengan Tujuan Ekspor.

bahwa atas surat permohonan konfirmasi tersebut, DJBC telah memberikan tanggapan melalui Surat Nomor S-119/BC.03/2022 tanggal 8 April 2022 tentang Tanggapan atas Permohonan Konfinmasi Fasilitas Kepabeanan Terkait Pengiriman Barang Hasil Produksi antar Kawasan Berikat Untuk Diolah Lebih Lanjut Dengan Tujuan Ekspor,

bahwa dalam Surat Tanggapannya DJBC mengacu pada peraturan - peraturan terkait Kawasan Berikat dalam mengonfirmasi fasilitas PPN atas pengiriman barang antar Kawasan Berikat, diantaranya PP 32/2009 jo. PP 85/2015 Pasal 14 Ayat (1) dan (2) serta PMK 131/PMK.04/2018 jo. PMK 65/PMK.04/2021 Pasal 20 Ayat (1),

(2), (3a). dan Pasal 24 Ayat (1a). Bahwa berdasarkan dasar hukum tersebut terhadap pemasukan barang asal Luar Daerah Pabean dari Tempat Penimbunan berikat ke Tempat Penimbunan Berikat Lain, termasuk dalam hal ini dari Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat Lain sesuai proses bisnis perusahaan Saudara pada butir 1 c diberikan fasilitas berupa penangguhan Bea Masuk, pembebasan Cukai, tidak dipungut PDRI, dan/atau tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM:

bahwa perlakuan fasilitas atas pemindahan barang milik Subyek Pajak Luar Negeri dari Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat lainnya yang semula belum tegas diatur dalam regulasi Kawasan Berikat telah ditegaskan dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.04/2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat:

bahwa berdasarkan kutipan surat Tanggapan DJBC diatas, sesuai dengan penjelasan yang telah disampaikan Pemohon Banding baik di dalam surat banding maupun penjelasan tertulis yang disampaikan dalam persidangan-persidangan sebelumnya, Pemohon Banding telah mengacu pada peraturan-peraturan yang dirujuk oleh DJBC diatas dalam menentukan fasilitas PPN tidak dipungut atas penyerahan BKP antar Kawasan Berikat:

bahwa dalam Surat Tanggapan, DJBC telah menyatakan sesuai ketentuan yang berlaku, barang yang berasal dari luar daerah pabean yang masuk dari Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat Lain (termasuk dari suatu Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat lain) berdasarkan kegiatan usaha Pemohon Banding harus diberikan fasilitas berupa penangguhan Bea Masuk, pembebasan Cukai, tidak dipungut PDRI, dan/atau tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM: bahwa mengacu pada ketentuan Pasal 14 PP 85/2015, maka:

- Penyerahan BKP dari Tempat Penimbunan Berikat ke Kawasan Berikat tidak dipungut PPN untuk barang yang berasal dari luar daerah pabean dan/atau berasal dari tempat lain dalam daerah pabean:

- Terhadap pemasukan barang dari Tempat Penimbunan Berikat ke Kawasan Berikat, pengusaha Tempat Penimbunan Berikat wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap PPN tidak dipungut:

- PPN atas pemasukan barang tersebut tidak dipungut sepanjang barang yang dimaksud tidak dikonsumsi di Kawasan Berikat yang bersangkutan:

bahwa dalam transaksi a guo, BKP berupa kain rajut dimasukkan dari suatu TPB (Pemohon Banding) ke Kawasan Berikat lainnya untuk diproses lebih lanjut menjadi barang jadi (bukan untuk dikonsumsi):

bahwa Pemohon Banding juga ingin menegaskan bahwa sesuai dengan incoterms yang disepakati para pihak di dalam Purchase Order (yakni CPT/Carriage Paid to), risiko atas barang beralih dari penjual ke pembeli pada saat barang dimuat di carrier (moda transportasi) pertama. Dengan demikian, dalam transaksi a guo penyerahan hak/titfe dan risiko atas barang pesanan telah terjadi ketika kain dimuat kedalam truk di dalam Kawasan Berikat Pemohon Banding (sebelum truk tersebut keluar dari Kawasan Berikat Pemohon Banding untuk mengangkut barang menuju Kawasan Berikat Perusahaan Garmen).

menimbang bahwa berdasarkan uraian tersebut Pengadilan Pajak berpendapat bahwa sengketa a guo terkait adanya perbedaan pandangan terhadap pengenaan PPN dan cara pengisian Faktur Pajak dalam transaksi penyerahan barang dari suatu Kawasan Berikat ke Kawasan Berikat lainnya. Terbanding telah melakukan reklasifikasi terhadap transaksi yang telah Pemohon Banding laporkan sebagai transaksi yang PPNnya tidak dipungut menjadi transaksi yang PPNnya harus dipungut sendiri oleh Pemohon Banding,

bahwa Pemohon Banding merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang telah memperoleh penetapan sebagai Penyelenggara Kawasan Berikat dan merangkap sebagai Pengusaha di Kawasan Berikat (PKB), yang merupakan penyedia dan produsen kain rajut. Penetapan Pemohon Banding sebagai PKB berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1565/KM.4/2014 tanggal 28 Agustus 2014,

bahwa sebagian besar pesanan kain rajut berasal dari Pembeli di Luar Daerah Pabean. Untuk memenuhi pesanan pembeli, sesuai instruksi pembeli, Pemohon Banding kemudian menyerahkan kain rajut sebagai barang setengah jadi kepada PKB lainnya (Perusahaan Penjahit), untuk diproses lebih lanjut menjadi garmen atau pakaian jadi yang akan diekspor dan diserahkan kepada konsumen yang berada di Luar Negeri:

bahwa skema transaksi Pemohon Banding dapat digambarkan sesuai diagram arus transaksi sebagai berikut:

UMJ

9202VIAX W/dd/2202/9LJOWON UESNINJZ/ MEP Ep

'Ha6au wen Ip Uesowad

neje jogwed epeday Jodsyaip ueye Bue “pelipefuew ure]miuej

sesoudip xnjun (GNAYLid) YYeluod useyesnuad oySNIBY

(ipef yeSuajes Sueseg)urey edrueq Bulpueg uoyowag Isynpoid sey Hueseq

yagured IsyrujsulUe “equiad Isynujsul tensasueynyejoLu

ueyeUM Id) Supueg uoyowog epedey ueuesad jensas

JAPIOMOUSW ON SNIA-V-AVSneje jegwag eMmUEg “e

Inyuag

lebegas yejepe ueynyejp BueA Bbueseguep ueuesaiued uedeue}

dad -

(SdN)BION -

yueg uRlodey -

yeled inye4 -

WOJ -

yeyuog uesemey-

S7 Bupjoed = -

OOIOAUf

JOPIO= -

‘ule]Hulpueg uoyowagueyledwesip 6ueA uswnyop

uep ueBuepisied ip deyHunse; BueA‘eyep-eyepEMUEG

utnin] jeyuog uesemey[esyuesemey

boringweni

HOHONAd

hep

JEMY URSOLIOG

jsyesuell sniy wesbeig

UM Ld

9202 UNYE’ VIAXJOWON VESNINJZ/ IPP pp

Ulga| sesoudip ynjun ‘JeyLeg Uesemey Ip epeiaq BueA (GNAM.L SNI3 Ld)

useyesruadBulpueg uoyowageAumluejes emyeg 'p

5PLSaag

H3GHO ISYHOUNd109 Buypesy y-oes NA

a ve

JOPIO 2SEYANg euewrebeqss ONI SNII-V-3VS nyeA uesoawad epeday

Buns6uej Swpueg uoyoweg Yojo ueyybeyp infer ureyseje»

epedSupueg uoyowag eped

epeleg Yep!) yepnsseje qemeluep oyisu eyew

Innburbuad reBegesesef neye Juny epedey qygjees

‘eAUUIe] JEYUOg UESEMBY Ip epeloq Guedepedey

emeqip ynjunesef nejeoyqyg jees eped

bupueg uoyouws, (dXg) yeleg eusy Bueleg ueyereAued eyew onb e

epedemyeg “(O1 pledueGuap yru} Iseyodsuey

epow ueyeunbhuew jeyuag uesemey Ip Ip Isexopeg Bued yyeluod ueeuesrued

urey vejny6uebuad JepIOEMUEG "G

UM Ld

9ZOCYIAX$0PS00-LNdYep Gp

wome 4

<>

18:71

PatOSES A

EN,ASHLS DHL 20 Ord POEL Lured

TES 6VEER ete FLO Sie ENTE woe

MMA "Lal

bunyoed uepUsunYop eusurebeges “DNI SNI3

-Y-3VS ueBsu Jen Ip Urey uesawad ueeyesrued uep yyef uopew esef ewuusuad

useyesnuad ueyedrusu yyeluad ueeyesnuad euewipuereyed ipefuaw Jnluej

UM Ld

9202 UNUE! VIAX Wdd/ZZ0C/94JOWONZ1 gp

udweys)

euewleBeges ‘Wg Udd UEP Ndd InBundip yepn Buek

seye meA 10 Opoy yelegueyiqiouaw Bulpueg voyoweg ‘GNSYL

Ld epedsy ynfer urey tpef yebuojes Huesegemyeg ‘6

"2102 WAY

oz Ie56ue)JowoN UeBuensy uajuey uesnynday uByesepieq

Pileg uesemey eyesnbuagulz! Ueyuagip uep jeyuag uesemey

tebegasuedeyeued uebueluediedGNAMI SNII Ld EMyeg

asgame

cere eal

ome toed Bd

WETEEOTE ES

TRIMwea

Lae [eRomar

aiOnmagmara

9 MPD yagTS

Peak ka |TS81 =m enon seer 31

Wentet clerk

yan jatandan !

Yaa

1d LVUY LO KN

ike

udweja) Az OG UOemer

uajedngey eyedwieg uejeweosayesag Bueqns Buepes

BABY ‘IPGNIHLLd : uen{ny

‘Jeueg emer EHEYEMING Jnynyer

uejeweoayeseqBundwey

UM Ld nek Gupueg uoyowsgBueieg ueunquiuag

UU Weep BUELUIP "AZ Og UO

bupueg voyowsg ‘GNAYXL SNII td epedeyuley ueyeieAued seyy ‘a

UM Id

9202 UNYE) VIAX Wdd/2202/9LJOLON uesningZ/ Hep Jp

ernPatt

care py1

aeDope

KAM PI

C46" 9 seiniconl ad5¢

PWT esbaal Lae ASpl

:TRE IN

MaurerMEA MATAN,=

,anarahe wr!

Be)4-Peeryvd

TAL IZi.Ag aa

I2a.

eamPET.

|.

KY TL?

Kaylani

{(TT

CART

pee oe.SITao

TIPerang

|tandavamit me

imie ¥ayy

4mg * wane" 7petang +

SRLca

3

zMEN rate" einKe

iy eseae

.. akanCant em whgnERs stDade?

os

.

3PETITES |: beiTO Ap |

:

owataPen ea YG

wee DAMP ARE1 1Tt:AI

RtFtd

*fap an Eo ByahEOD

ty Se Br Ana TY -4

aTinai

Thar,,"2

an etre reEET eng

bana—CN we ab BN

=~:

Lag.

‘VSN IP Iseyouaq

uswnsuoy neje BueleqYEXUSg UESEMEY IpBued GNAYL

SNIF Ld Yejepe Jiyodsyaadweps}; gad uswnyop

jagwad uep isynyjsul rensasJen] Ip UaLUNSUOYjagwad

neje vesawad epeday (ANIML SNII Id) wyefued ueeyesnued yajo Jodsyaip

yyeluad ueeyesruad yajo Isynpoudip yejo)ureyemyeg 1

"ONIUesewad neye jagwad epedey Bueieq

ueyeleAued sejeueynyejow Bulpueg Uoyowag emyeg 'U

sae Ori

MAeta

MAAN794 000-429 CON Ls “Oni " Danang Kuagang plant OP.

141 mua

CEE seins)Ouorg

OOFLE

WO "POO Midd 6021s MODE TET JA 2

IPAL UM Id

9202 UNYE! VIAX#OPSOO-LNd JOLONZ/ Hep gp

eped ipeliaj ‘yesobiaq Bueseg edniag

efuuinyjny neje jeys jninuaw Buex pninmiag yefeg euayueyelekuad ‘e

njun

e sruny (1)eped pnsyeump eueuyeBeqes yeleg euay

£ eyBue e jruny (¢) yeAe ZL teSEd

:WEJEP

ule](ZLOz UNYE| | JOWON dd Mgesipynjun)

sejy euejenluag yeleg uep ESer uep Bueregusyegweyag yeled

buejua)g JOWON Suepun-duepun sere eByey

6002ZpSuepun-Suepun ue6uapYeqnip ey edeleqeq

yejo)yemay Suereg seje uejenfusg yeleg uep eser uep

ueyequiensd yelegg JOWON

ZL0Z| JOWON elssucpU]EMUEG

ueBuap injeip

"TUBOGEd Yeleeq WEJEP IPnejeuesemey IP

“ynqunnpjemynjun Mpg “Yeled

ep ueysegogip nejenejejnBundip yepyyeley

18 sruny (|) yeAe 991 JESEd

Yelej euay Buereg

jees epedyeled

IR(1) yeAe ||

yojoueegedwejep ipeuey Bueseg ueyeseAued ‘e

'SEJE URYBUSYIPUeYequieLaY yeled

IE ITUNY (LD yeAe & [esed

"Wejepule] Bee (Ndd Nn uebuep

gosip BAujnluejas) yemayyseyy uejenfueg yeleg uep eser uep

UBYEgWEHOd yeleggJOWON buepun-Suepun seje

ueyegruad Buejus} 600z UNYe | zp JOWONueBuapyegnip

yejo) euewieBegasseyy uejenluog xelEj uep eser uep Bueleg

[EINYelEgunyej g Jowonemyeg

lebegesBueguusw

| AKAL UM Ld

9202 UNYE! VIAXJOLIONZ/ LIP Bp

yeph yemayyseje

yeley uep JEJINyeleg neje JEJINyefeg deo jyngngip

Bued yefed unpjey jenquaw gilem jeyueg ueunquiyjuegeyesnBuad Yeyuog

UESEMPYJeyueg UeUNqUIUadep Bueleq ueynsewed depeyas

(¢) yeAe pL (ESEd

‘YemMopy

seje uejenfueg yefeg uepYyefeg neje

yefeg jnbundip yepy ‘ueeqed yeraepurejjese Bueseg "Gg :edniag

UBSEMeY Dj JeyuIeg UeUNqUIIUdg jedwaj ep ueyynsewp Buex Buereg

19 jruny (2) yeAe [ese

jeyuag6

neje jeylieg Buen ineq

jeyueg"2

seqeg‘p

Jeyuegjeduia} “3

jeyuiog uesemey

Teyuag Buepns ‘e

jedep

NU) yeAe Z

:wejepurej wejue (6002 UNYe |] ZE JOWON ddxnjun)

UeUNqWUIUa, edwa6002 UNYe | z£ JOWON

seje ueyegniag Suejuej s|og unyej Gg JOWONyIGndey

Ueinjelad Ue5uop yegnip yeje}yeyuegyedway Buejuon

600z Unyej Ze JowoNyIGndeyUBIN}eIeg Buegwruswu

"jagad Buieu seje uep ynjunyeyid

neje yequiead epeday yepuidieg yejo)ueesenBuad yey jees eped

yemey bueseg sejeyeled uep IEIINyeleg neje

ueyequievedny euaiey ‘ure; yeyid eped ueyyerasip ynjunyepy

neje bunsbuey pnsyeui ueBbuep (jenfued) yefed euay eyesnBueg ueesenBued uep

jees eped ipehej jedepBueseg°°

@ jnuny (£) yeAe 41 jesed uesejefued

neje ‘ueynjBue esef

neje wun runf epeday ueyyelesip jngosio) pninmieg yeleg euay Bueikg ‘¢

/UM Ld

9202 UNYE! VIAXJOWON VESTINJZ/ MEP OS

wl VISE

NYNNEWINId LVdNAL ddLNONAdIG MVOLL Ndd,

ueyvegip suey e jrunyepedbusurebegos yeleg inpey

(9) yeAe LZ (eSEd

/ueaged uenyewwaquisd

uauinyjop uebuep ueypngp Ssruey uep yeled umye;gem ‘e

euay BupiegBued yefed euay eyesnBued (|) jeke

eped pnsyeluipjeyuog uesemey ayueynsewed

Juny (G) yeAe LZ Jesed

‘yefed

MEPI BYES Wadd UEP Ndd NEJE Nddpnsyeuypdepeysa}

ule] Jeyuag UESEMBY Isynpodd jisey ‘a

isynpoud jisey ueBuepynjun ipef yebuajes undneus pef"Gg

nndyow (4) jeAe eped

"8 uep q Jruny (€) yeAe LZ

Wadd VEP NddNdd InBundip yepy nejeyuep jejng uesegogad

Yejulawad Yyajo upydejojp Bueduesemey "2

NEJE/UEP SNSNYYUBSEMBY 'P

“seqeg uesemey “9

jeyueg ueunquiued jedwaj “gq

‘ueaged yeisepule] jedula)

:HEP Jeyuiag uesemey

ey ueyjnsewip bueA ueegedurejep urej Jediuay uep jeseiegq Bush Bueieg

(L) yeAe |z jesed

"wejepule](gLoz UnUBI LEE

JOWON Mid INgesipynjun)Uesemey Hueyus} 8107/70 /LEL

4OWON elssuopu; vijandeyBuequiusw

ueyesepieq neje uebuep injeip jeyueg ueunquiluag jedwej ueeyesnBued

uep 'upelebbuojo/uod ‘ueuipued uejeseAsiedjnfue;

(1)gp yesed

UM Ld

9202 UNYE! VIAXbOFSO0-LNd JOWON7) UEP LG

neyedesip HueA Od lenses jagwaduewesepieq ipef uereyed nyeg

ueyeginfer urey sxnpordusu ynjun Leben sen7 Ip Useyesnuad uebuap

Isyesueyy Uejepe bupueg uoyoweg yajo ueynyejip Buek isyesuen emyeg ‘e

jedepuaduag yeley‘see

Ip Jngosie| ueyleinipepedueGuap

eyes uebuepisiad Ip yeyid eredUep1p Bulpueg

uoyows, ueyledwesip BueA usunyop-usunyop UBYesepieg emueq

Wadd VEP Ndd neje Ndd jeueyip yepn (p) jeAe eped pnsyeulip

ueyeiofued ulejas jeyjueg uesemey wep Bueieqseyy

(9)pz |esed

‘ueyelediad Buepig ip ueBuepun-Buepurued

usinjejad uenjuajay ueBuapWaUdd UEP Ndd neje Ndd Inbuntwuewi

uep yeledjengusw qilem GMdd neje jeyuieg uesemey eyesnbueg

(1) yehe eped pnsyewip euewjebeqes reyedip ynjun Jodump ueniny ueBuep

ueagedule]ay jeyuieg uesemey Uep Buereq ueyereAuad

(p)pz jeseg

“Ud uep 18YND Yynseyy

bag jseunjeu gifem GNCId neje jeyuieg uesemey"eyedip ynjun Jodump

ueninj ueBuep ueaqed yeloep ulejep urejayueaged yesoep

den}jesesagq (Z) jeAe €Z jesed wiejepBueseg jey wejeq

(1)pz

“pef yebuejes undnew jpef yejo) Bued jsnpold ISEH ‘Pp

jedep (1)

Jeke eped pnsyeuipjeyuag uesemeyBuereg

‘Pp Jruny (2)€z [ese

“YejuLatlad yajo ueydejanp bueA eAuurej uiouoya uesemey 1

NEJE/UEP #SNSNUM IWOLOYO uesemey ‘3

‘ueeqed YEISEP Wwiejep UlE/ jedLuaj 'p

.sSeqog uesemey “9

-eAuure] jeyuieg ueunquijuad jedwaj "Gg

‘ueaged'B

ueynyejip jedep jeyliag uesemey uepuBienjabueg

ML) PAS Jesed

/ SIKOL UM Ld

9202 UNUE! VIAX#OPSOO-LNd JOWONZ/ UP ZG

Infej ujey Isynpaiduiew Hulpueg uoyowag Isyesuey seyeeAUUIE] jeyuog

uesemey Ipueeyesruad epedoy jnfe: ureyyejajes emueg 1

IpBulpueg YoyowagueSuap

lenses yejaj jngasse} ey ‘NBundip YP) WA Udd UEP Ndd deo 1yngngip bueA

yeled anpyey yenquiew gem Supueg uoyowegy Uep Ndd W6undipSueA

lunuswawyiqeyueye Bued ipef

GueleqeAuurej yeyuog uesemey Ip yyeluod useyesnued

epeday Supueg uoyowag Yajo ueyyeresip SueAurey

BLOZ/LEL-MNd (S) yeAe pzByas ‘p jruny (Z)uep (1)€z

‘q uep e jruny (9) yeAe uep ‘q sruny (¢) yeAe (1)LZ IPSEd ‘GLOZ/S8-dd

(¢) yeAe p1 Jeseg Uep q jrunu (2)PL Jesegeped noebuaw emyeg "2

JEMLOg uesemey

Ipule] BrejUe njudHa) UESEMEY Ip uejel6ay osey‘nBundip

Yep)yeleduesemey Ip Iseyonagyyelued

epeday Bulpueg uoyoweg Yao Buereq

seje BYBW Ndd Mn e sruny (1) yeAe go) jeseg uenjus}oy eped"Pp

eweu

seje uep ynjun ebyjey yeuld neje yagwod epeday yepudiag Guereg ueesenbuad

yey jees epedNdd eyeuw e jruny (¢) yeAe /L Jeseg

‘euewiebegasJENIS UBSEMEY Ip YruljnyBuelp

bueseg eueWIpYI} NWeAjedwe} Ip

SHueseg jees jagwed epeday yepurduag yeja} Sueseg seje oyisu uep gemel

euewip [dOIU!"Ndd NN ¢ eyBue

eB jniny (2) yeAe Jesed Of 8 jruny (1) yeAe LL (ESEG

Juny epedey buipueg uoyowag yajo ueyyelasip Bueseg jees eped tpelie; yeled

Uenyiwap ueBuap “eAuurey yexuag UBSeMey Ipueeyesruad

9x emegip ynjunJuny epeday Bupueg uoyowag

uesemey Ip ueynyelIpuoyowag ysjoemueg

Jeyuag uesemey

Ip eperoq SueA ueeyesnied Jejue isyesueyyyelued useyesnuad

epedey Bupueg uoyowedBuesegisyesuey emueg Gg

‘Jeyueg uesemey Ip epesog Bued yyeluad ueeyesruad epedey

urey ednuag tpef Buereq ueyesoAued Isyesues} uep ‘yeuld yejog enpey

/UM Ld

9202 UNUB) VIAX Wed/2Z02/9! POPS00-LNd JOLON UESNINJZ/ ES

mgasa)enpey

eyew ‘1S uep dMS njens depeusey winjned ueyurejow

uejelagoy uesnindsy njens depewe) winyjed efnf uep i6ru yejunf undneje

m6undip neye Buojodip BueA yeled‘Buea,yeled yejunf

unwed yejueyng jnqesue} winyjed (enp) z emyegnyens ynjun

ueynfeip uep (6ru yejunf neye Yn6undip neye Buojodip BueA yeled yejunf ‘Bueynuey

bueA yeled yejunf ynjun ueynfeip yedep eAuey Gupueg uep‘dny

nn (z) yehe €z jeseg UEP ‘dN NN (L) wA ZZGz jeseg

-0202 uenuer yeleq ESEMN 1202 Jue Le

JOWON eser Uep1eINyeleg JeArg Bueiny yeleg

seye uejelagayzz0z Joel! Le7707/60

-d3M Jowon Sulpueqiay uesnyndey uebuap yeyie) yelegyeing yrunjas

uep 0z0z Uenuer yeled1202 JMEN LeL2/Lirb/0z/Z02/20000 JOWON

eser uepueyegweyag yelegBueiny yelegyeins

seje uejelogayzz0z jose) Le2202/60L00-d3M

JOWON Bulpueqie| uesnnday jnqeouswyNJUN

ednisq 16nu uepyefed urejas jey-j2ey jnjunuawSupueg

yejunf uepyeled isyasoy sod-sodynjunuew

'eAuwnyj2d wejep emyegyeins yyng ye

yajo ueynyejIp BueALE Ldy Jesagas

m6undig yeplL BAU-Ndd BueA ueyeiaAuadIsyeoy Yrunjas

UEPLELGy Jeseqes Ulpuss mSundig6ueA

JnsodUnunjos ueyerequaw yeleyvenyiwap uebuop ‘Ndd

m6undip yepy deo 1ynqnaip SueA yelegyenquiew yeusog Supueg voyowag

Wg Udd UEP Nddjngesie} Isyesuen depewaj eBGulues

uesemey Ip iseyoueq BueA ueeyesmead JejueBulpueg uoyowag

Uajo BueseqIsyesuey emyeg yedepusdiag xefeg

ueyeinipue6ueguyed yrunjas uepyesepieq emyeq

‘Gad usewnyopuesawed neye yaquiad uep isynysul lenses

Jen] Ip Uslunsuoy neje uaBau Jen] Ip yaquiad epedey uojyew esef

yyeluasd ueeyesnisd qemel Bun65ue) Ipefuewueleyed

edruag ipefueqifemey uep uaBsu Jen] Ipepeday

/ SIPOL UM Ld

9COCVIAXJOWON UESNINGZ1 UEP p9 UBLEJEH

8 ynjun ‘efuewejes undnew njyemynjun yeq “Yeled ueeuebued

Hep ueysegagip neje eAuyninjas neje ueibegos jnBundip yepnyeled

2 jruny (|) }Ae 991 jesed

euay‘eepedyefed

2(1)LL IESEd

uepsewa ‘Buen 'p

uep ‘Buuiajey nee eBog esef

eyesn yajoueuinuil uep usueyew ynseuue)undneui

Jeduwej ip iswnsuoyip BueA yieguep usueyew pndjow “eAusiuafes uep

Buruemyeunifejoy ip ueyifesip bueA Usumuu uep usueyew 2

yojo ueyyningip jebuesyoyod ueynyngay Busieg "Gg

uep bunsbuej jiquieip Bueh uelogobuad jisey neye uebuegweyad jisey‘eB

Inyuag lebegos Bueieg yodwojay weep

nueva}yejepereuayip yepy Buek Bueseq siuar

(2)Wp

yajo ueynyeyp Buek ueaqeg yelseg

Ip yeleg euay Buelieg‘e :seye ueyeuayipUBYEGWENOJ yeled

B jnuny (1) yeAe 7

unyeBuew ule] euejue (Nd NN uebuep

gosip eAujnfuejes) yemayy HBueweg seje uejenluag yeleg uep eser uep Buweg

IRINyeleg Suejus}unyeL gsee

eBbyoy URYEGNISg Buejuaj 600zZp JOWONue5uep

yeqnip yes} euewlebegas yemayysere uejenfuag yeleg uep eser uep

buweg reiN ueyequievad yeleg buejua egg),g JowoN

1eBeqes

myuog le6eges jedepuad ueBuap (uoruido Suguessig) epaqiaq jedepued

reAundwew ‘Is “H's “3s 'ojisang ipng wnyeH emyeg Buequiualy

‘Hulpueg Loyowag Bupuegueyjnqebusw

ynjun usuyeAsyag yelegYeo) ueyefedied uebuepun-Buepurued

ueinyeiod eyes ueBbuepisisd wejep deyBurue; Bued yeuid ered yolo

bueAuepuep eyepdepeuss) yefey uejipebuey

uetejuad uep ueesyuewed jisey uewesepisg emyeq

}UA Ld

9202 UNYE/ VIAXPOPSOO-LN JOLON VESNINGGG

uep ynjun ebay yeyid

neje jagad epeday yepuidieg yejo) Bueseq ueesenbuaed yey jees eped Suejnuag

yemeyy busieg seje uejenfueg yeleg uep renyeled neje

yeled NIyeyid epedynjun BunsBuey yepn

neje Bunsbuej pnsyew ueBuap (jenfued) yefeg euay eyesnbueg ueesenBuad uep

ngosio) Bueseg jees epedjedep yeioBiegq Bueseq***

e jruny (£) yeAe / | JESEG

ueydelayp uep winuuin nyeyog BueX isuejunye disuud ueBuap renses ‘yeleg

Busy eyesnbuad yajo uejenfuad inpyeyyees eped neje ‘ueyseyBued

neje Buejnidinyep yeleq euay Buerg ueyeiefuedebiey ‘p

nee ‘uejnjGue esef eyesnBuad

neje wip run! epedey ueyyeiasippninvueq yeleg euey‘¢

‘Bueqeo

Jejuenejejuep eXuyyegas nejeay jesnd

upp ‘uipuas upjeyewaduevegquied ynun Guereg

epeday Gunsbuej eresas ueyyelasippninnueq yeleg euey Buereg "z

‘Hequied eureu seye uep ynjun ebyoy yeyid neje

epedeyueyyeiasip jngesie) pninmieg yeleg euey"1

epedBueseg edrueq BAuwnyny

neje jes junusw BueX pnihmsg yeleg euay Bueweg‘e

e yniny (1) jefe epedsusurebegos yeleg euay Bueieg

8 jruny (6)/L Jesed

unyebuaw ule](2102 UNYeL |ddeAujnfuejas ynyun)

yemajy Suereg seje uejenfuaguep eser uepyeleg

unyei g JowoNseye eBay ueyeqrueg

6002Zp JowoNueSuapyeqnip yey edereqeq

euewulebegas yemayy Suweg seye uejenfuag yeleg uep eser uep

ueyequeyisgSuejua)Unyer g JowoN Suepun-duepun

ZLOZ| JowoN elsauopu] xyandoy yejuuawog

INJEIPyeleaeq weyep Ipnjuaye} uesemey ip

|UM Id

9202VIAX W/dd/2202/94 POFSO0-Ld JOLION UesningZZ LEP 9S

yepr yemay Bueseg sejeyeled

URED JEIN UBYEGWENOJ Yyeleg neje IEJIN UBYEGWEN2d yefeg deo jungngip

yefed inpyey jenguraui gilem usegedLejep urej jeda Ip eyesnBuad Yeyuag

ay upaged Yyeieepule; jedwoj ep Buereq ueynseuied depeyse{

(9) yAe #1 [ese

Bueieg seje

yefed uep IEJINYelej neje lelyefeg InBundip yepn

uesemey a Ueeged yeseep Wejep ule] jedwaj Liep UexynseLuip BueA Buereg

(p) yeAe

4nBundipyemop Bueieg seje

yeledg uep IEIIN UPYEGWENOJ yefeg nejeyee deo iyngnqip

Bue yefed inpyey jengwow gilem jeyueg ueunquuudd jeduaj ByesnBued

UBSeMeY ey JeyuEgjJediwa,Buereq ueynseuied

(¢) yeAe py

‘yemoyy

Bueleg seje uejenfuag yeled uepyeled neje

yeleg inbundip yepy ‘ueaqed yessep wejep urej jedwaj jese Bueseq "Gg :edniag

uesemey oyUeLINGUUIUagueyynsewipBuereg

q sruny (Z) yeAe p|

YASIBOT Jesnd "U

nejeHuey aneq uesemey ‘Lu

Jeyuog

‘eag seqag Oyo] “Y

Jejuog ueioweg ueeiebBuajahuegT

UESEMPY 1

Jeyuag Buepns ‘y

jedep jeyuag

(L) yeAe Z jesed

unyeBuaw ule](g00ZZe JOWON dd Inqesip eAunluejos

xnjun) yeyueg ueunquiusySuejuaj 6002 UNYeL ZE JOWON

ueInjelead seye ueyeqrued Huejus}unUueL Sg JowoNxanday

ueBusep yegnipyeyueg

g00z UNYeL Ze JOWON EIsauopuj xjandey

UM Id

9202 UNUE! YIAX W/dd/2202/91 POPSO0-LNd JOLUONZ/UBWEJEH

'usoged uenyewequisd

usnyop ueBuap ueynyngp sruey uep yeledjenguaw qifem “Gg

-yeled euay Bueieg ueyyesefuatuyeled euay eyesnBued (|) jehe

eped pnsyewipjeyueg uesemey oy Bueseqdepeyaj

(g) yeAe |Z

yefed anpyey

yep BYESUEP Ndd NEJE NddYep! pnsyeuyp Bueseg depeyse}

‘yefed euayynseuuaj“gq

nejeyuep ‘yefed suay eyesnbuod ueyng uep jeseiag

(1) jefe epedBueregq ueynsewod jey

(2) yeAe LZ

YPP Ndd neje Ndd inBundipnejeyuep jejng ueseqaquied ueyuegip

ueydejayipeAuure]uesemey

neje/uep isnsnyy juiouoye uesemey 1

‘seqog UBSEMEM ‘Y

Jefuure] jeyueg ueunquiued jedwaj ‘6

‘upaged yeueep wejep uresy

jeyuiag

ay ueyynsewip BueA ueeged yeseep wejep ulesuep jeseiag BueX Bueseg

(1) 1842 LZ Jesed

unjeBuaw

elejue (8102 UNYEL LE} JOWON VNd Mgasip eAun|fuejss yniun) jexusg UESEMEY

$L02/70 VWd/LEL JOWON EISeuopuj vijandey UeBUeNsy

HOJUON

ueyiesepiag neje uebuap unjeip jeyuogjeduaj ueeyesnBued

uepuejereAsiadyiga; uenjuajoYy

(1)gr

‘ueyefedied Buepiq ip ueBuepun-Buepunied

uenjuajay uebuap jensas IeIN usyegwejad Yeled Inbunwsu uep yefed snpye;

jJenquiaw qifem jeyueg uesemey Ip eyesnBuad neje jeyueg uesemey eyesnbued

‘ueaged Yyeseepule] jeda) ay JeEyLiIag Uesemey Lep Bupieg ueyeloAuad seyy

(Z) weAe pL Jesed

UM Ld

9Z0ZWIAX W/dd/2202/9LJOLION UPSMING "UBUIEJEY Zz Hep gg

uep ‘jeyng YNSEW

bag ISBUnJaLI GIEMneje jeyjueg uesemey eyesnBuagq ‘reyedip ynjun

ueniny ueBuep usoged yeisep wejep ule]oy} ueyuenjayip ueaged yeseep

Jen] Hep jeseiag (2)¢z JESEJ wejep pnsyeuwip euewlebegas Bueleg jey wejeq

(L) 1218 pz jesed

upp sewebued esis ‘f

nejesuep Isynpoidep1

'upeyesnuad

uebuequebued uep uenyouadnejeyuep uenyaday ynjun Bueseq "Y

uejejeied “6

Tepon Bbuereg +

'yojuod Bueseq “8

yebuojes undnew ipefBued isynpolg'p

‘seweBued njueg jeje uep seureBued ‘2

ueyeg esis nejesuep Buojoueg ueyeg ‘q

inyjeg ueyeg esis nejesuep nyeg ueyeg ‘e

jedep (1)

jeXe eped pnsyeuilp busurebegas jeyuiog uesemey uep ueyienjayip Buex Bueieg

(2) yeAe

yojo ueydejaypeXuujeyuesemey 7

nejesuep 'SNSNYY IOLOYO UBSEMBY

'upoged yeseep wejep urej jedwo)

-Seqog UBSEMBY 1

jeyueg ueunquiluad'Y

'usaged yejsep Jeng “5

ueynyejip jedep jeyuag uesemey Lep

(1) Ae €z Jesed

Buepiq ip ueBuepun-Buepuruad uenjuajay uebuap jenses jeyuag

uesemey ay Buereq ueynsewedBueX usunyop eyes

uep nyng eAueyesneped yreq uebuopuep ueduMusw 'p

uep -uebungeb yefed innyey ueyeunBBuaw jedep yepy 2

/ SIKOL UM Id

UNUE! VIAXJOWON UESNINJZ/ Hep EG UBUEJEH

euay eser J00SYFipef

ueyeg neje/uep myeq ueyeq uep"8 InyuogUenjuajOY

8 jnuny (1) jeke p jesegpnsyewipeser

2 jruny (1) yeAe g

unjebusu

(6LOC UNYEL ZE JOWON Yd Ingasipynjun) (EN

yeled leuayiq BAWodsyI seje Huek yeley euay Eser siUar uepUesejeg

Buea} 6102/0L0 Md /ZE JOWONueBuensy uajuajy

‘Wadd VEP Ndd NEJE Ndd feueyip yepy (p) jeAe

Bped pnsyeuuipurejas jeyliag UBSEMBY ep Buereqsely

(G) yeAe Gz

ueinjesed uenjuajay ueBuap

fenses NGUdd UEP Ndd NEJE Ndd Inbunwew uep yeled inpjey jengwew qifem

neje jeyuag uesemey eyesnbuag (1)eped pnsyeuip

ueagedweyep ule]ay Jeyuag uesemey BueregSejy

(7) yeAe Gz esed

4nBundip yepy

jees eped BUSA Ngldd VEP Ndd neje Nddqifem

nejeuesemey eyesnBueg ‘yeled euay bupieguep

upaged yeseep Lubjep jeduej eyuBaqedWejep ule]

Hep jeselagq (z)EZ jesegBueurebegos Bueieg jey wejed

(L) yeAe Gz jese¢

“NGUdd UEP Ndd NEJE Ndd leueyip(p) jeAe eped

bueieg ueyeiefued ulejas jeyueg uesemey uep Bueleg

(5) 1242 pz Jesed

‘ueyefedied Buepiq ip ueBuepun-Buepunied

uenuajey ueBuap fensas yaUdd UEP NddNdd

uep yeledjenquiewgydd neje jeyueg uesemey eyesnbueg

‘(L)eped pnsyeunp susursbegos reyedip ynjunuenin ueBuap

upagedjeda) ay jeyLiog uesemey Uep Bueieg

(7) weAe pz jesed

|UM Ld

9202 UNUE! YIAXJOLON uesningZZ Hep 09

mEundig XEPI 1 Ndd yeled unpyey yenquiaw gilem eyes

NGUdd UEP Ndd NEJE Ndd M6undipgygq ueynselwed yees eped emyeg

INGUJd UEP NddNdd IBUSYIPJM Uslenjabuad jees eped emueg

‘BLOZLE] JOWON YINd (S9) yeAe

Gz Jeseq neje (S) JeAe pzeyas (g)uep ‘(Z) JeAe (|)Lz Jesed

of 600% UNYe | ZE JOWON dd (9) 12Ae uep (¢) PAR p} Jesed wejep pnsyewip

euewiebeqasseye IpIsyesuen ynjun EMUeg

JeAuurej yeyueg uesemey

SyUesemey MEPMes oueuays (1

1nyuag lebeqes eAuueyelediad uenyepedueynsewed uep

OLBUSYSdees ynjunipngwyey mmusw emyeg

Jeyueg uesemey

Wwejep oy ueyyNselwIp ynjUN (qydd)uesemey WEJEG Ip

epeday inqesue} JMg ULYUBISAUSW

BueAuelpnweyyeisep weep ule] yedwe}

Ip eyesnBusq epedeyynjun Jeyuieg uesemey Hep=

uesemey 94uesqed yeisep wejep ule]uep qyg«

useged

Wejep ule] Jed Wa) oy UBYYeIasIp yNJUN jeyuag UBSEMEYGyg»

|BAUUIET jeyueg uesemey

ayynjun yeyuog UeseMeY UEpuwenjabuog «

‘pel ye6uojes Buereg edruagq

Isynpoud sey dMg BAusnsnyYLE] JOWON(2) yeAe Ez [BS

d&g eAusnsnuy Yexuag uesemey oy UEp UEp Jyguep

oueueys jyewaye jedepia)olsun, pngwiyey

yunuew Ju HulpuequeyeyoyHuasiedip Burd isyesuey

eyes seje Ip jnqesue:glozJEL JOWON VINd UEP

6007 UNYEL Ze JOWON dd Wejep jesed-jesed uep Ndd NN gLSuegwusw

JU)snjnwew Uep esyueWweW ynjunyedep g1og unYyeL LeL

JOLUON MdB00? UNYEL Z€ JOWON dd ‘Osun, Ipngrunuawu

600ZZe JOWON dd (1) yeAe BpOf Ndd NN 99L IESEd Buequuiuew

|UM Id

9202 UNUB! VIAX W/dd/z20C/9L bOrS00-LNd JOLION UESNINJZ1 VEP 19 UEWBJEH

ueeged yeisep wejep ure] yedway Ip eyesnBuseg

epedey ueyyelesip ynjun jeyueg uesemey wep dig«

nyeA emisued (enp) z ipeliay jnqesis} Isyesuen xnjun EMUEG

yeyueg UESEMEY WEJEP ay UeYyNSewIp

xnjunuesemey Wweeq Ipepedey

JMgBueA

uesqed yrisep wejep uly] yedwoj Ip eyesnBueg epedey

ueyyeyasip ynjun Jeyueg uesemey Uepuelenja6buag,oueusys ($

m6undig YEPIL Ndd yeled anyyey yenquiaw qifem eyes

NSUdd UEP Ndd NE1E Ndd M5undip yepy gyg uexnsewad jees eped emyeg

UNYEI LEL JOWON YINd (9) 1eAe

Gz jesed neje (9) JAE pz Jeseq eyes (3) Jefe uepJeAe ‘(L) JeAe LZ

of 600 UNYEL ZE JOWON dd (9) JeAe uep (¢)jesed wejep pnsyewIp

euewleBegesseye Ip MISS) Isyesuen YNjUN EMUEG

uesemey ey

ueeged yelsep wejep ure) jedwoj uep JM ueynsewed, :eBlyoueuays (¢

-ue}nyGue esef eyesnbued neye wu runf epedey ueyyesasip

jngesue} pninwieq yeleg eusy Buereg jees eped yerepe

BueA dag ueyeeAued eAutpelio} yees "ul ejoyGuesemue

Burueg ueyednuew Jul ejoyGues WejepBuek gyg

BUSIBY ‘ZLO% UNYEL | JOWON dd & JUNY (£) yeAe AL JESEd Of Ndd NN 2

(EL) eAe Jeseg Uep e Jruny (1)|| jesed Wejepeuewebeqes

uenjuayay Ueweseplagyeled unpe}jees emyrg

nyepog bueA ueyeledisd uenquajoy lenses Ndd yeledqifem

ByesYEP NddNdd M6undip qygyes eped

unYe |

LEL JOWON Md (S)Gz jeseg Of (1) }eAe Gz jesed neje (9)pz Of (L)

yehe pzOf G00Z UNYE| ZE JOWON dd (2) 1842 HL jesEd Wejep pnsyelulp

euewleheqas uenjuajoy nyepag seje IpynJUN eMmYeq

ueeqed yeseep wejep ure] yedwaj jp eyesnBuey epedey

yNJUN Jeyeg uesemey UEP:enq(z

UM Id

9202 UNYE! VIAX W/dd/2202/9L POPSO0-LNd JOLION UESNNGZZ NEP 79

esef eyesn6uad nejerunf epedey

pninwieq yefedq euey Bueseg yees eped uyejepe

Buek dygeAuipelis} jees “ui eyeyHuesemyed

Bueseq ueyedniew jul eyeyBuas weepBue gyg eualey

‘CLOZ UNYEL | JOWON dd € jnuny (£) yeAeOf Ndd NN 2 sruny

yeAeuep & jruny (1) yeAe || [eseg Wejep

uenjus}o}yeled inpyey ueyqieued yees emyeg

‘nyepagq bueA

ueyefedisdlenses Ndd yeledqilem eves

UEP Ndd Ne Ndd M6undip qilem qyqyjees eped emyeg «

8102 UNYeL LE} Jowon

MINd (9) yeAe gz jeseg Of (1)Gz jeseg neje (g) yeAe yz Jesed Of (1) }eAe

pe IPSEd Of G00 UNYE| Z£ JOWON dd (2)Jeseq Wejep

uenjuajoyseje Ip jnqesie}Ynjun=

usoged yeisepule]Ip eyesnBueg epedey ueyyelesip ynjun

yeyuog uesemeyqyg uslenjabuag ynJuN veyefedisd uenyepad emyeg

JESY

uesemeyYep uegilemoy ipeluew 16ej yepn ueyeledied ueqiemey

‘Jeyueq uesemey oy dMg UeynsewedUeBuop IBej

eAuuebungny epeyepns ‘jeysyyeyieg UESEMEY gyqd emued

“Uenin | Jeyueg uesemeyuenin | jeyueg uesemey

D1bueA uep dyg ewususw BueA yeudgyqd

!p BuesegeyesnBuay yelepeyeyueg uesemey

2yNJUN JMGBue Julwejep eEmyeq

JESE JEYUSG uesemey uep gyqd uep dyg ueueiaAued

ueynyellpuesemey

exueeqed yesoep wejep urej yedwa} Yep JM«

Ipyejepe qyg eWususd ueySuepos jese jeyueq uesemey

UEPyelepe digBueAIsyesueyemyeg

|UM Id

9202 UNYE! VIAX Wdd/2202/9LJOLION Uesnjngep £9

snisnby 8gpL0Z/p' W/S9S1L

JOWONUebuensy Lejuayy Uesnindaygy

Bulpueg uoyouedJeyueg UESEMEY Iptefegas

deySuelsu uep jeyuieg uesemeyuedejouad

SueAueeyesrued yengas ueyedruew Bupueg uoyowag emyeg

su

(ie vey

NYVHVSN Bd

we geesDeveseg

uabay jeng

Sniy weibeig

ISHESUBN BWOYS

lebeges ipelaj Bued isyesuen emyeguesy undnew

yleq yeuld ered uesejelued “Buipueg uefesn yesns “Surpueg yeins Buequuiuew

In6undig YePLL Ndd yefed unpyey yenquiew qifem eves NgUdd

UEP NddNdd W6undip yep dyg ueynsewed yees eped emyeg «

UNUEL LE} JOWON VINd (9)

Gz IESEd NEJE (9) JBAE yZ [ese(S) PA uep (2)(1) weAe LZ [ese

of 600ZZE JOWON dd (9) JeAe uep (2) PAR p| Jeseq Wejep pnsyewip

uenjuajoyseje Ip jnqesia}ynjUn«=

IeBeqes

‘Tese jeyuog UESEMEM uep gydd Yep dy¥q UeYeIeAUedBueA

yoyo veynyejip SueA yeyuogoyUsaged

wejep ule jedwaj wep gag ueynNsewe, Ynjun Ueyeledied uenyeyad emyeg

aXe! UM Ld

9202 UNUE! YIAXJOLION VESNINGZ1 Hep pO

Inyuog jeBeqas jey-jey

UBYINGWIAUSL Osun | IPN LUNEH SEJE IpBuequuiuSwW

UESEMEY IMCd Ueyulejew Bulpueg Uoyowad

miei wey ueyejoBued jsey ipef GBueweq scdsye ueynyejew BueA xeuid emyeq

epedayuep JOWON ‘Ndd UEP ddd

yeyuegq UesemMeYyyogwaguoyoWeY

ueyqieyp Buek inpeyuep USS JowoNIseLuojul tsueq

JSIIPWUSUOd UBPYEYIq-YEYld Wee} UEIDUU

Bue js ueyuogweu Bulpueg uoyoweg uepJen] jegwsg epeday

UEYIGISUSW Uebuap usubeued ueynyejaw Bulpueg Yoyoweg eAuuley

uesemey gydd epeday les ureyueynYejp yejejes emyeg

‘uopyew esel

WedeWasJngasio) BAuurej Jeyuog Uesemey Gydd emueg ueyeyeAuew

Bulpueg uvoyowag uebuepisied wejep uep uabsy-Bulpueg uoyowag

Odyesidie} jnqasie] yenuoyyeyueg uesemey gydd ueSuep

uaban JenUBYNYEJIp BAUUIE| yEYUSg UESeMeY

9d yaoBueA ipefIpeluswureyyiga) ueyejo6uad

Isymujsul emMyeqBupueg UOyoad uebuepisiedemyeq

-LjDYEJEPEOd

Wwerep suLS)OOu| BAusjnus) uesejaluod wejep undnewWeep ny urejas

‘Bulpueg uoyowed epeday ragulag uepSSEUAINgUBYNYEJIP

'EAUUIET yeyueg uesemey IP GMOd epedeymie

Bupueg uoyows, seBeYepuep Mi uley uejagwed

ueuesed emyeguvoyowag ‘ueBbuepisied yees eped emyeg

‘ueBan

Ip epeuag eBnf SueA uewnsuoy yeuid epedey ueyyeiesip uep Jodsyalp ueye

Gueduereyed neye uswueb Ipefuew nluejsescudip yedep seBe

JENUSG Uesemey IP Mid epeday ipef yebuejyes BueseqJnleu

ueyUBJaAuSUu ueipnway Bulpueg uoyowag "yogwedUBBuep lenses emyeq

‘ueaqedren] Ipjogwag

uep ueuesedyengip Ingosiaj jnfes urey Isynpoud jsey uepuey

uep uasnpaid uep erpaAuad ueyedrusu snsnyyBulpuegemueg

| AKAL UM Ld

9COC URUE!W/dd/2202/91JOWON ueSnin UBUEJEU Z1 MEP S9

‘Bulpueg uoyowag

PLWUSUSLyNJUN Laban Jen’ regweg eweu seye

UIPUSSSejeueyng Wu runf emyegqifem

ueyng nj J2ES eped eyewrunf epeday JMg ueyeloAued yees eped

Ingasua) jesed uesejafuad epedBueA

Ipng WNeH ‘yequied eweu seye uep ynjun ebyey yeyid epedey yepurduag yeja)

ueesenBuad yey jees epedyagemyeg

ule] BIEJUP 210Z UNYeL | JOWON dd & jruny (¢) yeAe J} Jeseg vesejaluad emyeq

‘ueoged

WeEjep Ipjeda) uebuepyequeg epeday Bulpueg

uoyows, Uep qygqipelis yeja) yedepuadiag osinywey

BYEUejenepsy UBAEJIM Ipyedwaj uep

nue runf epeday ueyyeuesipjees epedueyeieAued yees emyeq

Buequiuew uep gydd Urjueing Jngasua)Sueguuew

Laban Jen] yagwag nyeA ipefSurueg ueyelpeAuew ueyqilemp

Bued yeuid ueyulejow ‘Bulpueg uoyowasg yejueyngjeyueg uesemey

sy ueyyNsewipgydd epedey qywq ueyeieAued ueynyejew Bued yeuid

‘uenIn| yexueq Uesemey ay Jnlei Uley UeyNseWed sesoid wejep 265uryos

Jen] ljeque, ueyulejaw ‘Bulpueg uoyows, Be] ueyng uenfn) yeyueg uesemey

epedey ueyeieAued ueynyejew BueA yeuidJen7

equa, YIIW16ej Supuegueyng Sueseg

‘eweyedepedsy ueyyelosip Buereq yejajes eAUeUaley

Jen] jagweg epedey Bulpueg Uoyowog uep

uep Sueseg ueyesaAuad tpeha) yepnsjeyusg uesemey oy ledwes

bueseg wnjeqss per ‘uen{n}Ip egn Bueseg jees ueyngyedwa)

IpJsuy)epedey ueyyeresip Bueseg149

usinje wejep ijaquied ay jenfuad uep oyisuuep Bueveq

Of ple"1dDWEJEG “LdO yejepe UabeN sen] Ijegwed

uoyowag OdBuesegemyeg »

1nyusg reBeqesueesepip

IU JEHJen]epeday Bupueg uoyowag yep infer wey

yelay “eAuulej jeyLog uesemey 9misi urey unjegas EMUEG

| AKAL UM Id

9COC UNYEI VIAXJOWONUPURJEY ZZ HEP 99

Yyeloig ANYUAUesemey

JequeISEH Buejeg uewuibuegSEJIISE4

seje uedebfueizzoz judy g

-S JOWON jeinS Injejaw WeseBeueduep “,ogra,)uep eag

yesopjautd epedey NddIseuUyuoy UeUOYOWWAd jeins ueynfeBusU

Yyeja)EMYEGBulpueg ucyowag emyeg

‘LQ pox UeBusp upuss m6undigBuek Ndd uebusp yeleg anye4

nyeABuek ueyelediedlenses Ndd yeled anyye! yenquiaw qifem

eyes Wadd Yep Ndd Neje Ndd n6undip gilem qygyees eped emyeg

-8L0Z UNYEL LE] JOWON HW (9) }eAe Gz Jesed Of (1)cg jeseg neze (g) yeAe

pcOf (1) weAe pz [ese Of 6002ZE JOWON dd (2) 12Ae pL Jeseg wejep

pnsyewip euewiebeqas uenjusjey nyeuag seje IpYNjun EMURG

Ndd ueyelediod ueqilemay

epe yep) ny‘wu! runf epedeyueYyeteAuedeped tedwes

eAuey Sulpueg uoyoweg yajo ueyleunyip qifem Buek Ndd ueyeledied ueqiemey

YSIOoueuaysIsyesuey

yejueynq ipelio; GueA isyesuey emyeg yedepuediag

‘seye IpueBuequued yrunjes uewesepieq emyeq

Jen] yequied

nye ipef yebuajesueyeipsAuew ueygIemp BueA yeyid ueyurejow

‘BulpuegyejueyngJeyLog uesemey oy UeyNeWIP

epedey dg ueyeleAuad ueynyejewyeyid ‘uen{n | peyuag uesemey

ayuleysosoid265uryas 'ueBaN sen7esel

ewusuad yejepe Ips!emyegGued emyeg ‘yeled

Busey eserBLIlduSj Yajo ueyelpasip ipef yebuajas ueyeq nejeyuep

nyeg ueyeg uep jseyyiseds emueg inyeBuowUNYeL Ze JOWON YVNd 2

jruny (1) yeAe Gg jeseg ueBuap rensas ‘Bulpueg uoyowag Isynpaid jiseyurey

esefyeyueg uesemey Gwdd eBmyeq

Bupueg uoyowsdepye} Bunynpipinqesie} yey emueg =

Jen] equa, epeday jngasie} ueyYyelasipBueA Bueieg depewa) Ueyi6ruad

YNJUNBulpueg uoyowaegueynyepw

Bulpueg uoyowag emyeg eye} yajo Bunynpip eBnf yngasya) fey emyeg «

} OX! UM Ld

9202 UNYES VIAXJOLION UESNING UBUNEJEY Z) /9

ueynfeip uep 16nu yejunf neye Yn6undip neye buojodipyeled‘Bueyue}

Bue yeled yejunf ynjun ueynferp yedep eAuey Bulpueq uep‘any

NN (2)Ez Jeseg UEP 'dNM NN (4) JeAe 42 jeseg Ya) JeAe GZ Jesey

“0202 Uenuer XEfEd ESENYMEN Le

JOWON eser uep SuesegyelegBueiny yeleg

yeing seje Uejelagay Huejus} zzoz yore Le Ie66ue)

-daM JowoNuesnjndey uebuapyelegyeins urunjes

uep 0z0z Uenuer vefeg ese! 1202Le IB55uejJOWON

eser uep Bueleg le|INBueiny yelegjens

sejeHuejus} zzozLe

JOWON Bulpueqie| uesnindey jnqeouswi uepxnyun usuoyowuad

edruag 15ru uep Suejruoy yefed urejas yey-jey unuswSupueg uoyowog

‘Gru yejunf uepyeled isyeioy sod-sodymunuew uleles

wejep EMUeg'Supueg yeinsjeje BuequuUayy

699 LELdy Jesegas jnBundiq XEpt1 BAU-Nddg BueAjneBeu

YrunjesuepLELdy Jeseqes pues

inBundiq eAU-Ndqd BueA ueyeseAuad jysod isysioy Yrunjas

Ipng WNEH ‘seye Ip Jngosuo) uefuegumyed yrunjasEMUEG

‘oueusys

ynjunueyedniaw Bulpueg uoyoweg yajo ueynyejip bueA Isyesuey

pAuepje) NJES CUBUSNS isyesuey ynjun uevyefediadueduop Were}

jesed-jesedjngasie} yeins ‘ny epeduep ulejos emyeg «=

ele jelapuar jeiopjaug ayueseBaued

BjuiuawseBe‘Ndd ueeuebuad uebuap

ueyejeseuued jebulbueyy,Ingasua) jeans

euew [ey ‘g JOWOU onb e yeins weyjep jeyiyayul yey “yeleg

epeday ueyejurwip yedep eAuey ueyefediod uenyeyadBuejua) jeu

ejebesyelegueBueuemey‘1eyND Uep

BagUep uebueuamay yejueyng Ueyelediad uenyeyad emyeg «

leBeqesueBuap Juweep ueyeunbuadip

yedep yepy ngasuej Jens ojsing IpNg WHEY yunuew Uep ‘ZzOz Judy g

JOWON Jeung POEGWSWIpngBuequiuew

|UM Id

9202 UNUE! YIAX W/dd/220C/9L6OPSOO-LNId JOWON UESNJNJ "UBWEJPY Z/ EP 89

UepLINEH yojo ulduidip BueA yesemeAsnu ueyesepiag ygLueip g/ [esed

wejep pnsyeLulp suewlebegas yeleg ueypebued uesning 'sijofeyy yajo uexnYelip

jey wejep emyeg injelp yeleg Uejipebuog Buejuo) z00z unyej #L

JOWON(1) yeAe 6/ jeseg uBwesepleg emyeg

onb eYnjunYep!)yeleg UejipeBuag yajo

yepy BAuyigajes ynjun Uep SEJE Ip UEYIEINIP

RIEg Yajo ueyiedwesip BueA yng jeje uep jyep-yepeAujedepued

uepueyeyeAuatu yeje) Yefedemyeg

‘ueyefedied ueBuepunsed-Buepuruead uempesiad

Lebuap jenses uep uelpnguied uereyjuad eped ueyesepip wey

Jeseq uesejafued uoway

WNEH

eyes “vejnybuesiag Bueh ueyelediad ueBuepun-Buepunied ueimnjeied

uep “ueipingwadjiseyyeleduesning

unyjey neje syefeyy yajojedep uep jeny

Gue ueseje ueyiesepseg pendoy Yegwayjedep yepy yeyrd ered uenyeBued

PL ESEJ

iupjexip uep inyejOYip BAuyajojey

YEJEPE UBYINGESIP G/ (ESEd Ip BueAuenyejebuod, edrueg jedep yang

Moy) yeAe 6g [esed

:wejep Injelp Buewlebegas

Suejua) 2002 uNYe} $| Jowon Buepun-6uepunemueg

‘Bulpueg uoyowag Supueg Yejousw ynjunpng

“ueyelediad ueSuepun-6uepunued ueinjeiedueBuepisued Wejep deyBuniey

Buek yeyidyajoGueA uebuereyey uepuep eyep

depeuyse}ipngUslejuod uep Usesyuswed |IseyEMUEG

| IPNg‘q}S UBPnyens depewaj wnyed ueyurejaw

uesnjndoy nyens depewej wunmoduep i6ruundneye

In6undip neye buojodip 6ueA yefed yejunfBueA yefed yejunf

unjyed yejueyngunyjad (enp) Z emyegUesNindey njens xnjun

} SYPXOL UM Id

9602 UNUE? VIAXJOWONZZ ep 69

00'0

Ndd ndunwagdn3undip eAu-Ndd BUBA“¢"e

Uipuas jngundipBAU-Ndd Sued

OO‘OLT T£

JlodsyJ “Te

Ndd duequal sued eser uep Sueseg‘e

yefegJeseq

Oi

yejtung

1mnyuog leBeqas yejepe

xefed UellpeSuag Jedepuad yunusw yefed‘uepiwep ueBuep emyeg

OO BES LB BEP LEL dyyeledJrunuew

n6undip yepy BAU-Ndd BueA

(00699Yepl}

m6undipBURA URyeloAuag 'z

00'622'SSE"Z LO dyEleg ueipebued yunuau

mGundip sniey BAU-Ndd BUEA

00 0ZO PSP 699 LELAKI " xefedyedep

TELIMBulpueqie | jninuew

ynBundip sruey eAU-Ndd Buek ueyeiakuag "|

le6egas Ipefuew

uebunjsd e65uyos “yelegBuejuo) ZoozJowoN Suepun

-Buepun q jruny (1)og jeseg esenyynjun uejndwiseyagq yeleg

‘uebuepisiedSEJE emueg

re|vSv'699'TET) veyezafuad diqisod isya

ynZundip yepi1 eAu-Ndd oy | |

0DTEL | ndundip snseyBurd

veyejaAuadisyaroy

(dy)(dy)

yefeg uepipeduagyeleg Uejipeduadejay3uas

jebegos yejepe yeled eyeyGuas yoyod seye yefeyjedepuad

Isejnyideya ‘seye Ip jnqasie} ueleineMmyeg Suegwuey

‘Bulpueg

uoyowag Sulpueq ue6egas ueyingebusw yejepeerens Uewesepied

yeleqjedepued

uesnjnd 'uejeyedesay redeolp Jedep Yep) yeremeAsnu werep

UM Id

920¢ UNUB? YIAX Wdd/2202/91 POPSOO-LN JOLION UESNINdZ/ HOP OL

Bued ule]ueinjesad uep yeleg

2002 UnyelJowoN Buepun-duepun

000

JeAeqipSued Ndd yeRjLung

00'0

e)y

00'0

Ndd (37) 6 Jesed “of dy (Z) ETedung “8

00'0

dno (S) GZT jesed uexreuay 4

00'0

(S) DLT“a

00‘0

VET [esed'P

dM (S) ET jesed edung 2

(€) ET"Gg

000

dM (2) ET [esed ‘e

ISYUES

00'0(o°€+ 8°Z) seAeqip Sueiny Ndd

00‘Z2€"€66'909(q +e) yejwine »

00'0(uejnjaquiadyefeg ese) D1"G

00 Z1£ £66'909yefeday ueyisesuadwoyig “e

:yepns 3ueA yefeg ueyiqajay

(00‘ZZ€'€66'909)

(p - e) seAeg Bueiny NddYyejung ‘a

00'888°872'399

- 9°q)yedep Sued yefeg yejunr 'p

00‘0

TI

(9479494 79 Tg) ygjung "gg

00‘0ujej-urej 's'g

00'0MIPUSS JMAN Ue3uap seAegig

00'0(aeAeqdis "gg

00888821899uey3unyuJadip yedep JueA ueynsew yeleg "ara

eluesyefed ESEW WEJEP EYNWIP Jojasip Sued Ndd

"Gg

X 1423)seAegip/3n8undip snuey sued uesenjay yeleg ‘e

JeAegNdd

(q + ge) ueyeyaAuag yninjas2

000

Ndd Suejnsa) yepn 3ueA eser uep Buesegseqy 'G

00'868

(Ge+pe+ee+ Ze + Te) yejuung "ore

Ndd Ueeuaduag ep Ueysegagip BueA ueyesaAuag

218 LET

In3undipeAu-Ndd Sued ueyesaduag ‘pe

LM Ld

9202 UNYESJOLION UESNINJZ/ HEP LL

eyeseieyueg iebeqes LW “ZS ‘Apuesuy eujsngy

Auajs yajo njuegip uep ynqasie} WeH sielengzozOL (p65ue)

siwey uey eped wnwn ynjun eyngio) Buepis wejep ueydeonip uep

wipe}Bulseur-Hujsew YO "HW SY WAY “W'S ‘ouolyehuey tpng

UEP ISA "HS “IS 'opsin,‘enjey UNEH tebegos "W4O “HW

“NW "HS “TS MEAYY yeplemny Iq#esejes uey eped

yeleqwiyey sijoley yeremeAsnut wejep ueysnmdip ueyweg

yisew Bued yeled yejunr

ISYUES

eBung isyues

yiqe7/Bueiny Ndd

3nyuogipeluswsnuey ysew Bue

yefed uebunjuadLp YElEg emer

Esag“dy epuenrIp‘000'

018015112 dMaN 'AJIKOL UM Id Bweu seyeUenuerESEW LZ0Z

LeJOWON eser uep Sueleg

yeleg JeAeg Bueiny yeleg uedejejay yeins seyy yeleg

JHE LE jebbue}yeleg jesepuar

uesninday depews} Bulpueg uoyows, Supueg ueiBeqes

KEMEN I ERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SEKRETARIAT JENDERAL

SEKRETARIAT PENGADILAN PAJAK

JLN. HAYAM WURUK NOMOR 7 JAKARTA PUSAT 10210

PUSAT KONTAK LAYANAN KEMENTERIAN KEUANGAN TELEPON: 134

Dan SUREL: kemenkeu, prime@kemenkeu.go.id

Nomor: P.471/SP.Wk/202610 September 2026 Lampiran : Satu Berkas

Hal: Pengiriman Salinan Putusan Pengadilan Pajak

Kepada Yih.:

1.Jenderal Pajak

u.p. Direktur Keberatan dan Banding:

2. Kepala KPP Madya Bandung:

3. Direktur PT. WIN TEXTILE:

Dalarn rangka melaksanakan ketentuan Pasal 88 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun

2002 tentang Pengadilan Pajak, bersama ini disampaikan salinan resmi Putusan Pengadilan Pajak dengan rincian sebagai berikut:

Nama Pemohon

Alamat Pemohon Banding Jl. Ir. H. Juanda Kp. Cilegong, RT/R’

PUT-005404.16/2022/PP/M.XVIA

015/04, Desa Cilegong, Kecamatan PT.

Tahun 2026

Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat,

41152

Mengingat sesuai dengan data yang ada pada Sekretariat Pengadilan Pajak, Pemohon

Banding tersebut terdaftar sebagai Wajib Pajak di wilayah KPP Madya Bandung, sehingga sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 88 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Putusan Pengadilan Pajak harus dilaksanakan oleh Pejabat yang berwenang dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diterima putusan, maka Putusan Pengadilan Pajak tersebut agar segera ditindaklanjuti.

Demikian disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Wakil Sekretaris,

Abdul Azis Hady

Tembusan:

Ketua Pengadilan Pajak

“Seluruh layanan Pengadilan Pajak tidak dipungut biaya. Apabila terdapat penyimpangan dalam |

pemberian layanan atau indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak yang

mengatasnamakan Pengadilan Pajak, agar dapat melaporkan melalui calf center 134,

aplikasi Whatsapp dengan nomor +6281310004134, laman,

https://www.wise.kemenkeu.go.id/ atau hitps://siwas.mahkamahagung.go.id/.

Kp. : SP.3/SP.32/2024

tidak dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding.

Hakim-Hakim AnggotaHakim Ketua Majelis

tid.tid.

Budi Tursilo, S.E., S.H., M.Si.Dr. Ruwaidah Ajiyati, S.E., S.H., M.M., M.H., CFrA.

ttd.

Budi Haritjahjono, S.M., Ak., M. Ak., M.H., C.A.

Panitera Pengganti

ttd.

Sterry Agusima Arisandy, S.E., M.T.

Salinan sesuai dengan

linya,

Wakil Panitera,

om., S.H.

197102251992011002

tidak dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding.

Hakim-Hakim AnggotaHakim Ketua Majelis

ttd.tid.

Budi Tursilo, S.E., S.H., M.Si.Dr. Ruwaidah Afiyati, S.E., S.H., M.M., M.H., CFrA.

ttd.

Budi Haritjahjono, S.M., Ak., M. Ak., M.H., C.A.

Panitera Pengganti

tid.

Sterry Agusima Arisandy, S.E., M.T.

Salinan sesuai dengan aslinya,

Wakil Panitera,

Abdul Azis Hady, S.Kom., S.H.

NIP 197102251992011002

tidak dihadiri oleh Terbanding dan dihadiri oleh Pemohon Banding.

Hakim-Hakim AnggotaHakim Ketya Majelis

Budi Tursilg, S.E., S.H., M.Si.Dr. Ruwaidah Afiyati, S.E., S.H., M.M., M.H., CFTA.

Budi Haritjahjono, S.M., Ak., M. Ak., M.H., C.A.

Panitera Pengganti

Sterry AgustmarArisandy, S.E., M.T.

Sumber: salinan putusan di setpp.kemenkeu.go.id. Teks isi putusan disusun ulang dari PDF tersebut; bila berbeda, yang berlaku dokumen aslinya.